Berita

Joko Widodo/Net

Politik

Safari Politik Jokowi Tepat Untuk Evaluasi Kawan Koalisi

SELASA, 15 NOVEMBER 2016 | 18:46 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Langkah Presiden Joko Widodo menggelar safari politik, utamanya ke partai koalisi, pasca Aksi Damai 4 November merupakan langkah yang tepat.

Demikian diutarakan Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Indonesia, Ray Rangkuti di Kantor Maarif Institute, Tebet Barat Dalam II, Jakarta Selatan, Selasa (15/11).

"Jokowi menyadari bahwa fakta di lapangan soal tingkat kepuasan publik pada dirinya tidak berkorelasi dengan dukungan politik," terangnya.


Dukungan pada Jokowi sebelum aksi bela Islam 4 November lalu, kata Ray, sangat minim dari para partai pendukung. Khusus PAN, PKB, dan PPP dalam catatan Ray tidak nampak all out memberikan dukungan kepada Jokowi sebelum tanggal 4 November.

"Bahkan Ketua Umum PAN yang juga Ketua MPR Zulhas masih beda pandangan dengan ‎Ketua DPR Akom di hari H soal massa menginap di Gedung DPR. Itu menunjukkan koalisi ada yang beda," sambungnya.

Atas alasan itu, Ray menilai bahwa safari politik Jokowi sudah tepat. Pasalnya, melalui safari itu Jokowi bisa melakukan evaluasi kawan koalisinya di pemerintah.

"Presiden pasti akan evaluasi mana sih teman yang benar-benar teman atau teman yang sekadar mau menikmati kue kekuasaan," pungkasnya. [sam]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya