Berita

Ilsutrasi/Net

Politik

Ribuan Buruh FSPI Siap Turun Ke Jalan Dalam Aksi Bela Islam III

SELASA, 15 NOVEMBER 2016 | 11:15 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Ratusan ribu buruh Pekerja Muslim yang tergabung dalam wadah Forum Serikat Pekerja Indonesia (FSPI) dikabarkan akan ikut turun pada aksi demo damai jilid III, 25 November 2016 untuk mendesak pemerintah menegakkan hukum dalam kasus dugaan penistaan agama.

Tanggal 29 November Serikat Pekerja juga akan turun desak pemerintah cabut PP 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Mereka akan turun dari Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta beberapa daerah lain untuk bergabung dengan pasukan umat Muslim lainnya,

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) KSPSI (Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia), HM. Jusuf Rizal, dalam keterangan beberapa saat lalu (Selasa, 15/11).


Kepastian FSPI muslim akan turun disampaikan oleh Jusuf Rizal setelah beberapa tokoh serikat pekerja menghubungi dan menyampaikan sikap atas ketidak kegasan hukum dan Presiden Jokowi dalam kasus dugaan penistaan yang dilakukan Ahok.

Dikatakan, FSPI merasa kecewa terhadap Presiden Jokowi yang terkesan mau mengorbankan bangsa, persatuan dan kesatuan demi seorang Ahok yang jelas-jelas telah melakukan penistaan terhadap umat Islam. Jika sikap Presiden Jokowi demikian maka Serikat Pekerja Muslim dan Serikat Pekerja lain ancam lakukan mogok Nasional.

"Mengingat ini merupakan aspirasi para Pekerja, sebaiknya Presiden Jokowi-HM. Jusuf Kalla tidak bermain Api. Jangan pertaruhkan keutuhan bangsa. Sepanjang sejarah peristiwa penistaan ini merupakan peristiwa terburuk dalam mencari solusi," tegas Jusuf Rizal yang juga menjabat sebagai Presiden LIRA (Lumbung Informasi Rakyat). [ysa]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya