Berita

Ahok/Net

Hukum

Kasus Ahok Berdampak Sulitnya Investor Masuk

SELASA, 15 NOVEMBER 2016 | 05:00 WIB | LAPORAN:

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi menilai fenomena demonstrasi 4 November lalu hampir sama dengan unjuk rasa besar di Korea Selatan yang menentang Presiden Park Gun-Hye.

Menurutnya, besarnya aksi protes di Korsel lantaran presiden Korsel dianggap melindungi koruptor dan kroni-korni yang secara arogan memeras pengusaha di Korsel.

Sama halnya di Indonesia, aksi besar pada 4 November kemarin, juga dilatarbelakangi oleh kroni presiden yakni Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang bertindak arogan hingga melakukan pelecehan terhadap agama.


"Perbedaannya, kalau di Korsel presidennya disuruh mundur karena melindungi kroni-kroninya. Tetapi di kita tetap meminta presiden tidak melindungi temannya (Ahok) yang telah terbukti melalui MUI melakukan penistaan agama," ujar Adhie dalam jumpa pers Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) di Jalan Kampung Melayu Kecil V, Jakarta, Senin malam (14/11).

Menurut Adhie, sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah sangat jelas bahwa pernyataan Ahok di Kepulauan seribu pada 27 September lalu telah menistakan agama. Namun, dirinya merasa heran mengapa pihak kepolisian memperumit masalah yang justru bakal menimbulkan keresahan kaum muslim.

Padahal, sikap MUI sudah bisa dijadikan barang bukti. Sama seperti langkah Polri yang meminta pertimbangan MUI terkait Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) sesat atau tidak.

"Secara hukum ini sudah sangat jelas, ini sudah masuk ke ranah pidana. Tapi dalam perkembangannya, kasus ini berlarut-larut dan mendesak elemen masyarakat lainnya ikut tergerak," ujarnya.

Lebih jauh, Adhie menilai, lambatnya penanganan kasus dugaan penistaan agama telah memberi efek pada melemahnya rupiah.

"Mula-mula turunnya rupiah karena kasus terpilihnya Trump (Presiden Amerika Serikat) tapi ternyata bukan karena itu. Melainkan karena urusan politik di Indonesia, akibatnya investor sulit masuk ke sini," pungkasnya. [wah]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya