Berita

Obama/Reuters

Dunia

Warisan Kebijakan Luar Negeri AS Bisa Dibalikkan Oleh trump

JUMAT, 11 NOVEMBER 2016 | 14:15 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat yang saat ini dijalankan di bawah pemerintahan Barack Obama bisa seketika dibalikan oleh Donald Trump hanya dengan goresan pena.

Dalam kampanyenya, Trump kerap menyebut bahwa ia akan membongkar kesepakatan nuklir Obama dengan Iran dan berkeingan untuk menerapkan kembali sanksi pada Kuba.

Trump juga pernah menyatakan ketiaksetujuannya dengan kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang mengerahkan pasukan ke luar negeri untuk memerangi kelompok militan ISIS.


Diketahui bahwa Obama yang berasal dari Demokrat kerap menggunakan otoritas eksekutif yang menawarkan jalur hukum yang nyaman di sekitar Kongres yang dikuasai Partai Republik.

Konstitusi Amerika Serikat memberikan presiden kekuasaan eksekutif yang luas untuk memberlakukan kebijakan luar negeri. Presiden bisa menggunakan kekuasaan mereka dengan mengeluarkan perintah ekslusif ataupun memorandum presiden.

"Dia (Obama) mengandalkan kewenangan eksekutif untuk membangun warisan kebijakan luar negeri," kata Thomas Wright, direktur Project on International Order and Strategy di Brookings Institution.

"Itu semua rentan terhadap pertentangan otoritas eksekutif oleh pemerintahan Trump," kata Wright.

Obama sendiri berharap agar warisannya tersebut dapat diterukan kepada rekan satu partainya, Hillary Clinton. Namun sayang, mantan First Lady yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri itu kalah dalam pemilihan presiden dengan Trump. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya