Berita

Hillary dan Trump/Net

Dunia

Prof. Jeffrey Winters: Pemilu AS 2016 adalah Tentang Ras

KAMIS, 10 NOVEMBER 2016 | 19:42 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pilpres Amerika Serikat tahun 2016 ini mungkin akan dikenang dalam sejarah sebagai "serangan balasan" bagi warga kulit putih Amerika Serikat.
 
Begitu kata Jeffrey A. Winters, profesor politik dari Northwestern University dalam tulisannya di Huffingtonpost.

Ia menyebut bahwa Amerika Serikat berada pada titik puncak transformasi demografis yang belum pernah terjadi sebelumnya. Hal ini tentu berdampak besar bagi perpolitikan dan juga masyarakat Amerika Serikat.


"Pertanyaan penting saat ini adalah apakah kemenangan Trump merupakan sebuah bentuk keputusasaan sebagai upaya untuk memperpanjang dominasi ras atau awal pertempuran panjang dari orang kulit putih yang lebih suka mengambil risiko membawa sistem ke bawah daripada memungkinkan untuk mengubah secara dramatis tanpa pertarungan," tulisnya.

Winters menyebut bahwa warga kulit putih Amerika Serikat telah lama menyadari bahwa mereka hidup di masyarakat yang plural. Namun harus diingat juga, masih ata batas tegas soal mereka yang dianggap sebagai orang kulit putih.

"Para pakar bisa menguraikan soal pemilu ini dari serarus sudut yang berbeda. Tapi fakta yang paling jelas ada di depan kita adalah dimensi ras suara Trump," tulis Winters.
 
Tidak satu pun irisan dari pemilu Amerika Serikat ini yang menjelaskan soal pola pemilihan berdasarkan ras. Satu-satunya hal yang meninjol adalah pemisahan pemilihn Hillary dan Trump. Mereka yang memilih Hillary berasal dari ras dan etnis beragam. Sedangkan Trump didominasi oleh warga kulit putih.

Namun, Winters menambahkan bahwa bila melihat lebih jauh, banyak pendukung Hillary yang menyakiti ekonomi dan memiliki standar kehidupan yang terkikis. Banyak juga di antara mereka yang tidak memiliki gelar sarjana.

Di sisi lain, jauh dari perkiraan, pendukung Trump banyak yang terdirik dan banyak juga wanita. Selain itu, petak besar pendukung kulit putih memiliki pendapatan rumah tangga di atas rata-rata nasional.

Bukan hanya itu, perilaku politik mayoritas pemilih Trump, menurut Winters, memiliki satu hal yang sama soal Amerika. Mereka menerjemahkan slogan Trump "Make America Great Again" menjadi "Make America White Again" Artinya, slogan tersebut diterjemahkan sebagai seruan untuk menjaga Amerika Serikat tetap Kristen, berbahasa Inggris dan didominasi Eropa.

Bagi banyak pemilih Trump, terpilihnya Obama sebagai presiden selama dua periode lalu mewakili akhir dari "perdaban" kulit putih.

"Pemilu ini adalah tentang ras," tutup Winters. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya