Berita

Donald Trump/Net

Dunia

Skenario Terburuk Yang Mungkin Terjadi Di Jepang Pasca Kemenangan Trump

KAMIS, 10 NOVEMBER 2016 | 18:03 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kemenangan Donald Trump dalam pemilu Amerika Serikat dikhawatirkan akan membuat perubahan dramatis bagi Jepang, terutama terkait dengan sektor keamanan.

Jepang saat ini memiliki kekhawatiran atas aktivitas militer China di Laut China Selatan serta langkah tak terbendung Korea Utara dengan senjata nuklirnya. Bila Hillary Clinton yang terpilih, Jepang agaknya bisa lebih bernapas lega karena Hillary akan memberikan Jepang jaminan dibutuhkan bahwa hubungan keamanan bilateral akan tetap tak tersentuh.

Pasalnya di bawah pemerintahan Obama, yang merupakan rekan satu partai dengan Hillary, menerapkan strategi "poros" di Asia di mana ia mencoba mengimbangi pengaruh regional China di kawasan.


Sedangkan terpilihnya Trump mau tak mau membawa potensi perubahan lanskap geopolitik.

Dalam sambutannya publik selama beberapa bulan terakhir, bagaimanapun, Trump kerap menekankan "America First". Menurut sejumlah pakar, hal itu bisa berarti penarikan 47.000 pasukan Amerika Serikat dari Jepang dan 28.500 pasukan lainnya di sepanjang sisi selatan perbatasan bersenjata yang memisahkan Korea Utara dan Selatan.

Trump pernah mengatakan bahwa Tokyo dan Seoul terlalu lama mendapat keuntungan dari kemurahan keamanan Amerika Serikat dengan dilindungi oleh sejumlah besar personil dan peralatan militer Amerika Serikat.

"Jika seseorang menyerang Jepang, kita harus segera pergi dan memulai perang dunia ketiga, OK? Jika kita diserang, Jepang tidak harus membantu kami," kata Trump dalam pidatonya terdahulu.

"Kami tidak tahu apakah ia (Trump) akan melakukan apa yang telah ia katakan  pada sektor keamanan dengan Jepang dan Korea Selatan, atau menetap untuk status quo," kata Koichi Nakano, seorang profesor politik di Universitas Sophia di Tokyo.

Nakano menambahkan bahwa skenario terburuk yang mungkin bisa terjadi adalah penarikan pasukan AS dari Jepang yang bisa mendorong ambisi ekspansionis China dan memaksa Jepang bergantung pada militer sendiri.

"Tapi itu juga mungkin bahwa Trump kehilangan minat setelah dia berkuasa. Kita tahu ia tidak memiliki banyak kepentingan dalam kebijakan luar negeri sehingga mungkin terjadi bahwa ia menjadi tidak banyak melakukan perubahan dari masalah keamanan," tambah Nakano seperti dimuat The Guardian. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya