Berita

Donald Trump/Net

Dunia

China Tak Perlu Khawatir Dengan Terpilihnya Trump

KAMIS, 10 NOVEMBER 2016 | 16:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kemenangan Donald Trump dalam pemilu Amerika Serikat menjadi kejutan tersendiri bagi Asia, terutama China.

"Asia telah mengharapkan kemenangan Hillary," kata John Delury, seorang ahli dalam hubungan AS-China dari Yonsei University di Seoul.

Kemenangan Trump juga secara radikal telah mengubah lanskap geopolitik di Asia, di mana Obama telah berusaha mengimbangi pengaruh regional China dengan strategi "poros" nya.


Karena itu lah, Asia terutama China masih menunggu langkah apa yang akan diambil oleh Trump dalam menjalankan kebijakannya.

"Trump adalah tanda tanya besar. Reaksi pertama adalah sama sekali tidak mengetahui siapa yang kita hadapi. Siapa pria ini? Bagaimana dia akan melakukan kebijakan luar negeri? Dan siapa yang akan dia berikan tanggung jawab?" tambahnya.

Delury sendiri mengatakan bahwa banyak pakar China percaya bahwa pemimpin Partai komunis China akan beraksi relatif lebih santai dalam berurusan dengan Gedung Putih di bawah Trump.

"Saya tidak berpikir bahwa mereka (China) akan khawatir dengan Presiden Trump," kata Bonnie Glaser, direktur China Power Project at the Center for Strategic and International Studies (CSIS) di Washington.

"Trump bisa menjadi seorang yang diajak bernegosiasi, karena latar belakanganya sebagai pengusaha membuat dirinya menjadi sosok yang transaksional yang mungkin dapat memotong penawaran pada beberapa masalah. Saya pikir mereka akan mencoba untuk melakukan hal itu," tambahnya.

Glaser juga menambahkan bahwa China harusnya tidak khawtir dengan Trump, kendati dalam beberapa kampanyenya kerap menyebut China sebagai "pemerkosa" ekonomi Amerika Serikat. Pasalnya, Trump belum pernah mengatakan sikapnya terkait sejumlah isu krusial di Asia.

"Di Laut Cina Selatan ia telah mengatakan sangat sedikit. Pada keamanan cyber, saya belum mendengar apa-apa. Korea Utara, siapa tahu? "Kata Glaser.

"Pada banyak isu-isu ini dia masih diam," tambahnya seperti dimuat The Guardian. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya