Paris menuntut janji kehormatan Inggris untuk mengambil anak-anak migran dari kampe Jungle di kota pelabuhan Perancis Calais.
"Ada beberapa ratus anak di bawah umur yang terisolasi dengan keluarga di Inggris," kata Menteri Dalam Negeri Perancis Bernard Cazeneuve.
"Saya sungguh-sungguh meminta Inggris untuk memenuhi kewajiban moralnya," sambungnya.
Komentar tersebut dilontarkan menyusul tudingan dari Palang Merah Internasional yang menyebut bahwa Inggris telah "menyeret tumit" dari masalah tersebut.
Kamp Jungle dikenal merupakan penampungan yang telah penuh sesak karena menampung hampir 10 ribu orang yang sebagian besar telah melarikan diri dari perang dan perselisihan di negara-negara seperti Suriah, Afghanistan dan Afrika. Mereka memiliki tujuan akhir Inggris, namun tertahan di Calais.
Palang Merah Internasional menuduh Inggris telah meninggalkan ratusan anak-anak di kamp tersebut yang harusnya memiliki hak untuk bergabung dengan keluarga mereka yang telah terlebih dahulu mencapai Inggris.
"Dari sekitar 1.000 anak-anak tanpa pendamping yang saat ini tinggal di Calais Jungle, sekitar 178 telah diidentifikasi memiliki hubungan dengan keluarga di Inggris. Hal ini memberikan mereka hak untuk mengklaim suaka di negara yang sama," kata Palang Merah.
Alex Fraser, direktur dukungan pengungsi Palang Merah, mengatakan dalam sebuah pernyataan menyebut bahwa saat ini sistem untuk mengantar anak-anak yang memiliki hak untuk berada di Inggris terkendali banyak masalah.
"Anak-anak yang bisa membangun kembali kehidupan mereka dengan aman dengan keluarga mereka hanya bertahan, malah ditinggalkan untuk berjuang sendiri dalam kondisi yang tak terbayangkan bagi kebanyakan orang dewasa," sambungnya seperti dimuat
Reuters.
[mel]