Berita

Agus Yudhoyono/net

Politik

Agus Yudhoyono: Tindakan Ahok Keluar Dari Etika Dan Berbahaya

SENIN, 10 OKTOBER 2016 | 05:23 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono, akhirnya berkomentar atas pidato kontroversial Gubernur DKI Jakarta, Basuki Purnama alias Ahok, yang salah satu poinnya mengungkit surah Al-Maidah ayat 51 sehingga memancing kemarahan sebagian umat Islam.

Agus mengatakan, kalau ucapan yang kerap melukai hati kalangan masyarakat semacam itu terus terjadi, ia khawatir akan menimbulkan permasalahan sosial bahkan konflik komunal yang justru seharusnya bersama-sama dicegah.

"Mengaitkan ajaran agama apapun dengan konten politik, terlebih dalam rangkaian pemilihan Gubernur DKI Jakarta dewasa ini, saya nilai tidak tepat, keluar dari etika, dan juga berbahaya," tegasnya.


Dia berpendapat, seorang pejabat publik dan pejabat negara, harus sensitif jika berbicara tentang agama, apalagi menyangkut kitab suci dan akhidah yang diyakini para pemeluknya. Terlebih jika kata-kata itu diucapkan oleh mereka yang berbeda iman dan agama.
"Pemimpin harus jadi contoh dalam ucapan dan perilakunya," ucap penerima Adhi Makayasa dari Akademi Militer itu.

Dia mengingatkan lagi kesepakatan masyarakat Indonesia bahwa toleransi dan kerukunan antar-umat beragama amat diperlukan. Bagaimanapun unsur identitas (SARA) dalam kehidupan sosial, dalam batas-batas tertentu, masih merupakan isu yang rawan, karenanya harus terus-menerus dikelola dengan bijak.

"Kepada saudara-saudara kami,  umat Islam, saya  mengajak untuk sabar dan tabah menghadapi ujian ini, dan jangan terpancing untuk melakukan tindakan-tindakan yang tidak semestinya. Saya tahu bahwa kita semua terluka dan berharap keadilan tegak di negeri ini," kata pemegang gelar Master of Public Administration dari Universitas Harvard itu.

Dia meminta aduan yang diajukan sejumlah kalangan terhadap penegak hukum terkait pidato Ahok itu perlu direspons secara serius. transparan, dan bertanggungjawab. Jika para penegak hukum tetap adil dan tidak tebang pilih, serta terbebas dari intervensi kekuasaan, maka keputusannya akan diterima oleh publik.

Baginya, persoalan ini bukan hanya menyangkut isu hukum semata, tetapi juga menjadi isu sosial yang tak boleh diabaikan begitu saja. Selanjutnya, polemik yang bergulir dan bisa saja menjadi "bola api" yang tidak kita kehendaki mesti diserahkan kepada negara dan pemerintah, para ulama dan pemimpin agama yang lain untuk diselesaikan dengan bijak, adil, dan bertanggung jawab. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

UPDATE

Dua Nama Hilang dari Daftar Calon BPK

Kamis, 10 September 2026 | 00:17

UAG Perkuat Sekolah Rakyat dan Talenta Halal Nasional

Kamis, 10 September 2026 | 00:06

Langkah Berani Gubernur Sultra Tertibkan Aset Usik Zona Nyaman Oknum Tertentu

Rabu, 09 September 2026 | 23:52

DPRD DKI Dukung Perluas Program Pendidikan bagi Santri Perkotaan

Rabu, 09 September 2026 | 23:32

Salat Istisqa Digelar di Lahat, Bursah Zarnubi Mohon Hujan segera Turun Merata

Rabu, 09 September 2026 | 23:22

DPR Dorong Pembangunan dari Desa Lewat Rakernas AKSI

Rabu, 09 September 2026 | 23:20

Rosan Roeslani Masuk Dua Besar Menteri Berkinerja Terbaik

Rabu, 09 September 2026 | 23:00

DPR: Kalau Ada Laporan Masyarakat, Polri Tak Perlu Ragu

Rabu, 09 September 2026 | 22:59

Jangan Sampai Indonesia jadi Sasaran Empuk Jaringan Narkoba Internasional

Rabu, 09 September 2026 | 22:45

Mantan Napi KDRT Diduga Kriminalisasi Istri Lewat Kesaksian Palsu ART

Rabu, 09 September 2026 | 22:31

Selengkapnya