Berita

Basuki "Ahok" Purnama/net

Politik

Tim Ahok-Djarot Lebih Percaya Hasil Survei Populi Center

SABTU, 08 OKTOBER 2016 | 09:44 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Anggota Bidang Kampanye dan Sosialisasi Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Guntur Romli, menganggap hasil survei yang beredar belakangan ini sebagai bahan evaluasi bagi timnya.

Tetapi ia secara khusus mempertanyakan reputasi Lingkaran Survei Indonesia (LSI Denny JA) yang dalam hasil risetnya menyimpulkan bahwa pasangan petahan tersebut potensial kalah di putaran pertama Pilkada Jakarta.

"Itu adalah bahan bagi kami untuk evaluasi, jika hasilnya negatif berarti kami harus cari apa yang harus kami lakukan. Termasuk yang hasilnya positif, kami akan cari di mana bolong-bolongnya agar kami bisa melakukan kerja lebih baik," kata dia dalam diskusi"Perang Survei Pilkada", di Cikini, Jakarta, Sabtu (8/10).


Tetapi dia juga menegaskan bahwa timnya menilai rekam jejak dari lembaga-lembaga survei, dari integritas dan kredibilitasnya.

Guntur menunjuk lembaga survei Populi Center sebagai lembaga yang cukup terpercaya karena selama ini rutin merilis hasil survei mengenai Pilkada Jakarta.

Dalam hasil yang dirilis Populi Center, elektabilitas Ahok sebesar 43,7 persen. Ahok unggul jauh dari Anies Baswedan yang berada di peringkat kedua dengan 24,5 persen. Sementara Agus Harimurti Yudhoyono berada di peringkat bawah dengan 16,3 persen. Sementara swing voter sebanyak 15,5 persen.

"Lembaga survei yang rutin merilis hasil survei terkait Pilkada adalah Populi Center. Lingkaran Survei Indonesia dan Polmark kan belum pernah. Lingkaran Survei membandingkan hasil survei yang kemarin itu dengan survei sebelumnya. Kami tidak pernah temukan ada rilis dari mereka yang jadi perbandingan," katanya.

"Kami melihat rekam jejak perbandingan itu, kalau mau bandingkan dengan hasil sebelumnya harus ada publikasi," lanjut Guntur.

LSI Denny JA menyatakan, elektabilitas Ahok merosot sampai angka 31,1 persen. Namun ia masih di atas bakal calon gubernur lain. Agus Yudhoyono memiliki elektabilitas sebesar 22,30 persen dan Anies Baswedan sebesar 20,20 persen.

Sementara Polmark menyatakan elektabilitas Basuki Tjahaja Purnama mengalami tren penurunan. Tingkat keterpilihan Cagub DKI Jakarta petahana tersebut anjlok sebesar 10,8 persen dalam rentang waktu Juli hingga Oktober atau sekitar tiga bulan.

"Dalam survei PRC PolMark Indonesia bulan Juli 2016 Basuki memiliki elektabilitas sebesar 42,7 persen dan turun menjadi 31,9 persen pada survei bulan Oktober 2016 ini," jelas pendiri PolMark Research Center (PRC), PolMark Indonesia, Eep Saefulloh, dalam keterangan persnya (Rabu, 5/10).  [ald]

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

UPDATE

Menteri Haji Usul BPIH 2027 Naik 10-15 Persen

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:22

Perpres Ojol 2026 Dikebut, Ini 3 Tarif yang Bakal Diatur Pemerintah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:12

Film Insidious: Out of the Further Resmi Tayang di Indonesia, Ini Sinopsisnya

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:01

Penyegaran AKD Golkar Strategis Perkuat Kinerja DPR

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:54

Rupiah Menguat Rp17.840 Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:38

Trump Hentikan Latihan Militer AS-Korsel Lebih Cepat Demi Hubungan Baik dengan Korut

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:26

IGCE 2026 Momentum Indonesia Jadi Raksasa Geothermal Dunia

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:23

Polri-Kejagung Kompak Minta Hakim Tolak Praperadilan Febrie Adriansyah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:21

Mantan Pelatih Pelatnas Panjat Tebing Jadi Tersangka Pelecehan Atlet

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:01

Gerak Cepat Pemerintah Harus Dirasakan Rakyat NTT

Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:45

Selengkapnya