Berita

Rachmawati Soekarnoputri/Net

Politik

Rachmawati: Tax Amnesty Mengelabui Masyarakat

JUMAT, 30 SEPTEMBER 2016 | 11:12 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Mantan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Rachmawati Soekarnoputri, kembali menyorot program Pengampunan Pajak atau tax amnesty yang telah terbukti merugikan pelaku usaha kecil menengah (UMKM).

"Sekarang, dana masyarakat yang boleh dapat dengan susah payah disimpan di bawah bantal, disasar  tax amnesty," sesal putri Proklamator Bung Karno ini, Jumat (30/9).

Seperti diketahui, selama ini program yang digencarkan pemerintah itu dihujani kritik karena syarat pengampunan pajak yang menjerat masyarakat kecil sama beratnya dengan beban yang ditanggung pengusaha skala besar.


Arah pengampunan pajak yang tadinya menargetkan konglomerat kini cenderung bergeser ke pelaku UKM yang paling berjasa dalam membuka lapangan kerja dan mempertahankan stabilitas ekonomi nasional.

"Ini namanya mengelabui masyarakat. Orang dibodohi suruh ikut tax amnesty akibat keuangan negara defisit dikuras tiap tahun buat bayar para obligor pengemplang pajak. Jumlahnya Rp 60 triliun per tahun, yang kini sudah Rp 700 triliun. Kok jadi dibebankan ke masyarakat awam?" sesal Rachmawati.

Ia juga mempertanyakan urgensi tax amnesty sampai menyentuh anggota TNI dan Polri yang berpenghasilan tidak terlalu besar.

"Gajinya pas-pasan diperintah ikut tax amnesty. Ini zaman apa ya? Kata orang tua dulu, ini zaman edan, kalau tidak ikut edan makan tidak kebagian, atau kata Gus Dur ini zaman dajal, pembalikan akal pikiran waras," kecamnya. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

APKLI Perjuangan Ajak Publik Siap Hadapi Bonus Demografi 2030

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:26

Fahira Idris Apresiasi RUU Perampasan Aset Bakal Disahkan Desember

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:10

Pernyataan Budi Arie Tak Harus Menjadi Polemik

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:54

BPOM Gratiskan Izin Edar UMK Pangan Olahan

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:30

PP KMHDI Tuntut Presiden Evaluasi Kemenhut, Kemendikdasmen, dan Bakom

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:15

Menavigasi Turbulent Ocean, Menjinakkan Rivalitas Great Powers, dan Mematahkan Clash of Civilizations di Era Presiden SBY

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:00

Ketum Gibranku: Relawan Solid Kawal Prabowo-Gibran hingga 2029

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:59

Dua Tahun Warga Tegal Alur Pakai Jembatan Bambu, Dinas SDA Kena Semprot

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:42

Menguji Relevansi Teladan Rasulullah di Tengah Krisis Etika Global

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:40

Berbincang dengan Habib Rizieq

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:20

Selengkapnya