Berita

Puspayoga/Net

Politik

Menteri Puspayoga Minta Perajin Keris Bentuk Koperasi Untuk Permudah Pemasaran

SENIN, 26 SEPTEMBER 2016 | 12:04 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

RMOL. Perajin keris dari Sumenep mengadu ke Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga karena pemasaran produk mereka  harus mendapat izin dari kepolisian. Prosedur ini dinilai mempersulit perajin karena setiap kali mengirim keris ke daerah lain maupun ekspor harus mendapat izin dari kepolisian.

"Setiap kali harus membawa atau mengirim ke daerah lain harus ada izin dari Polres. Satu-satu perajin harus datang ke Polres untuk dapat izin. Padahal ini kan karya UKM, benda budaya," kata Kepala Desa Aeng Tongtong Taufik Rahman, saat menerima kunjungan Menteri Puspayoga (Minggu, 25/9).

Aeng Tontong merupakan salah satu dari tiga desa sentra kerajinan keris di Sumenep. Perajin di desa ini berjumlah 216 orang yang terbagi dalam tiga kelompok dan masing-masing kelompok berjumlah 72 orang. Desa Aeng Tongtong mampu memproduksi 300 keris per hari yang dipasarkan ke Surabaya, Jakarta dan ekspor ke Belanda.


Total jumlah perajin di Sumenep hampir mencapai 600 orang. Terlebih lagi, Sumenep sudah mendapat pengakuan dari Unesco pada 2012 sebagai daerah penghasil keris.
 
Menanggapi keluhan itu, Menteri Puspayoga meminta agar  membentuk koperasi sebagai wadah perajin untuk berurusan dengan pihak kelembagaan pemerintah maupun kepolisian.

"Saya minta agar perajin sebaiknya membentuk koperasi sehingga koperasi yang akan datang ke Polres untuk mendapat izin. Tidak perlu lagi satu-satu perajin meminta izin ke Polres. Termasuk kalau perajin mau ekspor, koperasi juga yang melakukan.  Kalau sudah berbentuk koperasi akan lebih mudah berurusan dengan polisi," kata Puspayoga.

Menteri menambahkan dengan terbentuknya koperasi, Kementerian juga mudah untuk melakukan pembinaan kepada perajin. Untuk melakukan ekspor bisa dibantu melalui Lembaga Layanan Pemasaran (LLP-KUKM)

Menteri Puspayoga berharap Desa Aeng Tongtong menjadi percontohan pembentukan koperasi perajin keris. Dia yakin, kepolisian tidak berniat untuk mempersulit justru akan membantu perajin sebagai perajin yang memproduksi karya budaya bangsa. [ysa]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya