Berita

Politik

Hasto Kristyanto: Perhatian PDIP Ke Papua Sangat Besar

JUMAT, 16 SEPTEMBER 2016 | 14:45 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

‎. Papua ikut mendukung dan membentuk landasan sejarah perjuangan PDIP dalam menegakkan demokrasi dan membangun masyarakat yang terbebaskan dari tirani pemerintahan yang otoriter di masa Orde Baru. Karena itu, PDI Perjuangan tak bisa lepas dari Papua.

Demikian disampaikan Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat memberikan sambutan di Rapat Kerja Daerah Khusus (Rakerdasus) DPD PDIP Provinsi Papua, di Sentani, Jayapura (Jumat, 16/8). 

‎"Saat Ibu Megawati merintis perjuangan Partai, berdiri tegak menuntut adanya demokrasi di negeri ini di tahun 1993, di Asrama Haji Sukolilo, para pemuda Papua menjaga Ibu Mega. Mereka menjadi benteng bagi Ibu Megawati. Di masa penuh ancaman, kader PDIP dari Papua melindungi Ibu Megawati," kata Hasto. ‎ 

‎Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan yang juga Kepala Sekolah PDIP Komarudin Watubun bersama Ketua DPD PDIP Provinsi Papua Edoardus Kaize serta seluruh pengurus DPD PDIP Provinsi Papua serta para calon dan para bupati asal PDIP yang tidak ikut pilkada turut hadir di Rakerdasus ini.‎ 

‎Tak heran kata Hasto, PDIP memberikan perhatian khusus ke Papua. Dia mengingatkan sejumlah calon kepala daerah yang baru saja menyelesaikan sekolah partai yang dipimpin putera asal Papua, Komarudin Watubun. S‎ekolah partai yang digelar PDIP merupakan jawaban atas tudingan miring kepada partai politik, PDIP meyiapkan pemimpin yang mengetahui keinginan rakyat dan memberi harapan kepada rakyatnya. 

‎‎Rakerdasus ini momentum baik untuk meyatukan tekad untuk memenangkan pilkada dengan semangat Gotong Royong. Dengan kemenangan pilkada di Papua akan semakin memperkuat konsolidasi Pemerintahan Jokowi. Apalagi Pak Jokowi mempunyai komitmen dengan Papua,” papar Hasto.  

‎‎Dia mengatakan, di masa Presiden Jokowi, Papua menjadi matahari pagi dalam agenda-agenda pembangunan, dibangunnya beberapa infrastruktur besar, sebagai bandar dari tol laut, mulai direvitalisasinya kota-kota wilayah timur sebagai pusat putaran keuangan di Indonesia Timur, akses dipermudah antar kota. 

‎‎Papua dikembangkan infrastrukturnya dan dibangun manusianya. ‎Membangun Papua tidak bisa hanya dari sisi modernitas tapi berlandaskan akar yang original di Papua,” tambah Hasto. 

‎‎Bicara Papua, sambung Hasto, ‎‎adalah bicara semangat Bung Karno dalam membebaskan Papua sebagai bagian tugas sejarah kemerdekaan Indonesia. 

‎‎Teringat pesan yang mendalam Bung Karno, tentang Papua untuk menuangkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur, masyarakat tanpa penindasan satu dengan lainnya,” demikian Hasto. [ysa] ‎

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

APKLI Perjuangan Ajak Publik Siap Hadapi Bonus Demografi 2030

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:26

Fahira Idris Apresiasi RUU Perampasan Aset Bakal Disahkan Desember

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:10

Pernyataan Budi Arie Tak Harus Menjadi Polemik

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:54

BPOM Gratiskan Izin Edar UMK Pangan Olahan

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:30

PP KMHDI Tuntut Presiden Evaluasi Kemenhut, Kemendikdasmen, dan Bakom

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:15

Menavigasi Turbulent Ocean, Menjinakkan Rivalitas Great Powers, dan Mematahkan Clash of Civilizations di Era Presiden SBY

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:00

Ketum Gibranku: Relawan Solid Kawal Prabowo-Gibran hingga 2029

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:59

Dua Tahun Warga Tegal Alur Pakai Jembatan Bambu, Dinas SDA Kena Semprot

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:42

Menguji Relevansi Teladan Rasulullah di Tengah Krisis Etika Global

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:40

Berbincang dengan Habib Rizieq

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:20

Selengkapnya