Berita

Politik

Ada 875 Hewan Kurban Dari KNRP Untuk Palestina

JUMAT, 16 SEPTEMBER 2016 | 03:15 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) dan Adara Relief telah menuntaskan misi kemanusiaan dalam program Qurban Berkah untuk Palestina tahun 1437 H/ 2016.

Sebanyak 875 hewan kurban kambing atau dikonversi sekitar 125 ekor sapi dikirim untuk rakyat Palestina, baik yang ada di Jalur Gaza, Kota Al Quds, Tepi Barat, juga para pengungsi Palestina di Lebanon, Turki Selatan, Yordania, Sudan dan Suriah.

Demikian disampaikan Ketua Umum KNRP Suripto. Menurut Suripto, program yang mengambil tema Berqurban Bahagiakan Palestina ini, penyembelihannya dilakukan di Tyre, Lebanon Selatan pada Senin (12/9/2016) dan juga hari tasyrik, yang dipusatkan di Rumah Pemotongan Hewan Pemerintah Shour, di Shour (Tyre), Lebanon Selatan.


"Kami terharu melihat kebahagiaan rakyat Palestina di pengungsian, dan mereka sangat berterimakasih kepada rakyat Indonesia," kata Soeripto dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 16/9).

 
Suripto menambahkan, kesadaran pentingnya berqurban untuk rakyat Palestina ditunjukan semakin meningkatnya pengkurban d itahun ini.

"Di awal kami menargetkan 700 ekor kambing atau sama dengan 100 ekor sapi, namun sampai mendekati hari raya, semakin bertambah, menjadi 125 ekor sapi," jelas Suripto.
 
Sebaran hewan qurban tahun ini juga hampir merata ke beberapa wilayah pengungsian di Lebanon, antara lain, Kamp Burj Syamali di selatan dan Kamp Baddawi di utara. Selain itu, pelaksanaan Qurban Berkah untuk Palestina ini juga dilaksanakan di Jalur Gaza, Kota Al-Quds, Tepi Barat, Yordania, Sudan, Turki Selatan dan Suriah.
 
"Seperti dua tahun sebelumnya, kami bekerjasama dengan NGO Palestina, Hayat Yolu di Istanbul Turki dan HCRD di Lebanon," imbuh Suripto. [ysa]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya