Berita

Politik

Gede Moenanto: Teror Guntur Romli Cs Di Sosmed Upaya Hancurkan Kebebasan Pers

KAMIS, 15 SEPTEMBER 2016 | 05:57 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Upaya membungkam kebebasan pers di media massa dan media online terus dilakukan oleh sejumlah pihak yang selama ini merasa terganggu kepentingannya.

Demikian disampaikan wartawan Warta Kota, Gede Munanto.‎ Menurut Gede, hal ini terlihat dari upaya meminta agar berita uang piknik yang dimuat di Warta Kota agar dihapus. Tagar #UangPiknik menjadi trending topic world wide di Twitter‎. Gede Moenanto pun menilai hal ini sebagai berita yang layak dimuat.

Namun ternyata, lanjut Gede Moenanto, ada seseorang bernama Guntur Romli, yang merupakan pendukung Ahok, yang tiba-tiba meneror di media sosial, misalnya dengan menyebut Gede sebagai wartawan bodrek. Hal ini pun dilakukan oleh geng Guntur yang menyerang dan meneror.


Gede mengatakan, dalam pemberitaan uang piknik tersebut sama sekali tak menyebut Guntur Romli. Namun anehnya, ungkap Gede, Guntur Romli tiba-tiba kalap dan mengamuk di twitter.

"Apa yang dilakukan Guntur ini sudah memenuhi unsur tindak pidana dan akan digugat karena merugikan nama baik saya, perusahaan, dan merupakan bentuk terorisme melalui media sosial," kata Gede dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 14/9).

Gede menegaskan, bila memang tidak setuju terhadap satu berita, maka dipersilakan mengunakan hak jawab. Namun apa yang dilakukan Guntur Romli  adalah melakukan kegiatan-kegiatan yang berbentuk intimidasi dan teror apalagi teror di media sosial. Padahal mekanisme hak jawab dijamin oleh UU Kebebasan Pers.

"Aneh juga mereka yang mengklaim sebagai intelektual tidak tahu UU Kebebasan Pers dan menjamin adanya hak jawab atau klarifikasi jika keberatan dengan pemberitaan di media massa," tegas Gede Moenanto.

Gede pun menilai teror di media sosial sebagaimana yang dilakukan Guntur Romli Cs merupakan bagian dari upaya menghancurkan kebebasan berpendapat dan kebebasan pers. [ysa]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Serap Aspirasi Warga Pandeglang, Arif Rahman Kawal Sektor Pertanian dan Perikanan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 10:14

Hormati Putusan MK, Komisi X DPR Minta Pendidikan dan MBG Tetap Jalan Beriringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak Maret

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:51

Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu, Satu Gram Jadi Rp2,6 Juta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:41

Kesiapan Fasilitas Zikir Kebangsaan Monas: Dari Ambulans Hingga Ratusan Ribu Konsumsi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:34

K-SIGN Rote Ndao Dipacu Jadi Pilar Swasembada Garam Nasional

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:15

Harga Logam Mulia Terkoreksi Meski Mampu Akhiri Tren Penurunan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:02

Dul Mungkin Tak akan Naik Bus Malam Lagi Setelah Ketahuan Bawa Sabu

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:45

Arab Saudi Sambut Kesepakatan Pelucutan Senjata di Gaza, Israel Harus Mundur

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:34

Ramai Mal Pasang Pagar Tinggi di Tengah Situasi Kamtibmas Kondusif

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:23

Selengkapnya