Berita

Politik

Berkunjung Ke Museum Bapak Drama Modern Di Oslo

KAMIS, 15 SEPTEMBER 2016 | 00:01 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Bila berkunjung ke Norwegia, jangan lupa mampir ke Museum Ibsen di Oslo. Letak museum ini berada di tengah kota Oslo, persis di jalan di sebelah kanan Istana Kerajaan Norwegia.

Sekilas, museum ini terlihat sangat sederhana. Tertulis dalam bahasa Norwegia: Ibsen Museet. Berdiri dalam sebuah ruko, yang kata sang penjaga merupakan bekas salah satu kediaman Ibsen, halaman museum ini juga memajang patung Ibsen yang sedang duduk di atas batu, dengan membawa tongkat, serta dengan topi dan kacamatanya yang khas.

Henrik Johan Ibsen, begitu nama lengkap sang penulis sandiwara, penyair dan sutradara teater ini. Tokoh sastra beraliran realis sosial ini lahir pada 20 Maret 1828 di Skien Norwegia. Bila ada tokoh yang karyanya paling banyak dipentaskan di dunia setelah Shakespeare, maka Ibsen adalah orangnya. Tak heran bila pengarang Norwegia terbesar sepanjang masa ini dikenal sebagai bapak drama modern.


Drama-drama karya Ibsen penuh dengan nilai-nilai moral. Dramanya memberi pesan bahwa kebaikan akan selalu berujung pada kebahagian. Sebaliknya, kejahatan, akan berakhir dengan mengenaskan.

Karya Ibsen sudah dikenal lama di Indonesia. Drama Allah yang Palsu,  karya penulis etnis Tionghoa Kwee Tek Hoay, yang sempat dipentaskan di Batavia atau Jakarta pada tahun 1919, terinspirasi karya-karya Ibsen.  

Drama ini mengisahkan tentang dua saudara. Satu orang sangat moralis dan menjunjung tinggi kehormatan diri, sementara yang lainnya sangat mengagungkan harta dan  mengutamakan keuntungan pribadi. Allah yang Palsu dalam drama ini adalah uang, yang sama sekali bukan jalan menuju kebahagiaan.

Drama Ibsen, Musuh Masyarakat, pernah diterjemahkan oleh Asrul Sani. Drama yang mengisahkan beberapa orang di tempat dan latar belakang berbeda yang berusaha membantu masyarakat dengan membagikan informasi fakta namun malah dikucilkan masyarakat dan dimusuhi sudah dipentaskan di Indonesia berkali-kali, di berbagai tempat, seperti di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Pada tahun 1991, karya Ibsen, Samfundets støtter yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris The Pillars of Community diterjemahkan oleh Sapardi Djoko Damono dkk. Nama Sapardi, sastrawan besar yang terkenal dengan puisi Aku Ingin ini menggambarkan keistimewaan Ibsen.

Karya Ibsen, A Doll’s House atau Rumah Boneka, juga sudah dipentaskan di Gedung Kesenian Djakarta, akhir tahun 2011.

Kembali ke museum. Museum Ibsen menjadi bagian sejarah perjalanan Ibsen.

Di museum yang didominasi warna merah ini karya-karya Ibsen dalam cetakan pertama dipajang dengan sangat rapi. Pun demikian dengan pakaian, jaket, topi, kacamata dan tongkat Ibsen. Di bagian depan museum di lantai dua, juga diputar video yang mengisahkan perjalanan Ibsen.

Beberapa bagian dinding, dengan seni tulis di atas kaca yang sangat menawan, dengan pencahayaan yang tepat, tertulis sejumlah kata-kata Ibsen dalam bahasa Norwegia.  

Persis di depan pintu masuk, juga dijual berbagai kaos yang bertuliskan atau bergambarkan muka Ibsen. Juga dijual buku-buku karya Ibsen, yang tentu saja dalam cetakan terbaru.

Ibsen meninggal pada 23 Mei 1906, di usia 78 tahun. Ia dikuburkan di pemakaman umum di kota Oslo. Kuburannya tepat di blok kedua, di sebelah kiri. Batu nisan kuburan ini menjulang setinggi sekitar 3 meter, dan nampak gambar palu di bagian tengah nisan yang terbuat dari batu ini. [ysa]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya