Berita

Dubes Husnan dan istri/RMOL

Dubes Husnan: Rencana Festival Budaya Indonesia Di Azerbaijan Bukan Main-main

JUMAT, 09 SEPTEMBER 2016 | 04:53 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Azerbaijan, Husnan Bey Fananie, mengaku telah mengusulkan digelarnya festival budaya Indonesia secara besar-besaran di Azerbaijan sejak bulan Mei lalu.

"Kami mau bikin Indonesia festival culture terbesar di sini. Kami akan undang semua pemerintah daerah untuk mempromosikan daerahnya masing-masing ke warga Azerbaijan,” ungkap Dubes Husnan saat diwawancara di Baku, Azerbaijan, Kamis sore waktu setempat (8/9).

Husnan mengatakan itu setelah baru saja menemani Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta Odang alias Oso, berkunjung ke Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Azerbaijan, Abulfas Garayef.


"Dia (Azerbaijan) saat ini adalah mutiara yang paling menarik untuk turis Asia dan Eropa. Ini negara yang memiliki prospek ekonomi luar biasa. Dia punya kejutan ekonomi menjanjikan. Dia punya cadangan mineral dan migas luar biasa," kata Husnan Bey.

Karena itu, ia sangat berambisi untuk menggelar promosi pariwisata budaya Indonesia secara besar-besaran di Azerbaijan.

"Pertemuan Pak Oso dengan Menteri Pariwisata tadi sangat efektif untuk meyakinkan pihak Azerbaijan soal apa yang akan dilakukan pada November nanti tidaklah main-main. Ini akan jadi pertukaran investasi yang menjanjikan," terangnya.

Masih dalam usahanya mempromosikan pariwisata Indonesia di Azerbaijan, Husnan Bey menggelar malam resepsi untuk memperingati Hari Kemerdekaan ke-71 RI di Hotal Grand Hyatt Baku pada malam harinya.

Dalam kegiatan itu, Husnan melibatkan belasan mahasiswa jurusan kajian Indonesia dari Azerbaijan University. Mereka mementaskan tarian dari beberapa daerah Indonesia antara lain tari Bali, Jawa Tengah, dan Bali.

Ia pun mengundang ratusan orang dari pihak pemerintah Azerbaijan, parlemen, WNI yang berdomisili di sana, serta para Dubes negara sahabat lain yang bertugas di Baku.

"Resepsi diplomatik ini adalah pemanasan untuk acara November nanti yang mudah-mudahan disetujui pemerintah Azerbaijan. Kita serius 'jualan' Indonesia. Akan ada banyak acara pendahuluan," tegasnya.
 
Dia sangat yakin, Azerbaijan adalah tempat yang sangat baik untuk mempromosikan pariwsata Indonesia.

"Ada 10 juta penduduk Azerbaijan, tetapi banyak negara strategis yang ada di sekitarnya. Warga Azerbaijan adalah orang-orang kaya, akan sangat baik untuk pariwisata kita," tambahnya.

Dubes Husnan juga setuju dengan pernyataan Wakil Ketua MPR, Oesman Sapta Odang (Oso), saat pertemuan dengan Menteri Pariwisata Azerbaijan bahwa kendala utama pariwisata dua negara adalah transportasi penerbangan.

"Selama ini penerbangan harus lewat Qatar. Kedua, warga dari dua negara tidak berani saling berkunjung karena pengetahuan yang kurang," tegasnya lagi.

Sebelum wawancara berlangsung, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Azerbaijan, Abulfas Garayef, menerima dengan hangat kunjungan delegasi parlemen Indonesia yang dipimpin Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta Odang (Oso) di kantornya, Baku, Azerbaijan.

Oso berkunjung bersama Dubes Husnan; anggota Komisi I DPR, Alimin Abdullah; anggota Komisi X DPR, Moreno Suprapto; dan Sekjen MPR RI, Maruf Cahyono.

Saat menyambut Oso, Menteri Garayef mengatakan bahwa delegasi Indonesia mendapat tempat khusus di negaranya karena selama ini Indonesia dan Azerbaijan telah menjalin kerjasama bilateral yang sangat erat.

Namun, ia menyayangkan sampai sekarang kerjasama dua negara dalam bidang pariwisata sangat lemah.

Menjawab kegundahan Menteri Garayef, Oso berpendapat, meski Indonesia dan Azerbaijan sudah lama sekali menjalin hubungan baik, tetapi belum ada kegiatan yang bisa mengikat kedua negara dalam satu tujuan.

Dalam hal ini pariwisata bisa menjadi tujuan yang saling menguntungkan. Oso kemudian menyebut isu transportasi sebagai jawaban untuk mengatasi lemahnya kerjasama dua negara dalam hal pariwisata. [ald]

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya