Dubes Husnan dan istri/RMOL
Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Azerbaijan, Husnan Bey Fananie, mengaku telah mengusulkan digelarnya festival budaya Indonesia secara besar-besaran di Azerbaijan sejak bulan Mei lalu.
"Kami mau bikin Indonesia festival culture terbesar di sini. Kami akan undang semua pemerintah daerah untuk mempromosikan daerahnya masing-masing ke warga Azerbaijan,†ungkap Dubes Husnan saat diwawancara di Baku, Azerbaijan, Kamis sore waktu setempat (8/9).
Husnan mengatakan itu setelah baru saja menemani Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta Odang alias Oso, berkunjung ke Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Azerbaijan, Abulfas Garayef.
"Dia (Azerbaijan) saat ini adalah mutiara yang paling menarik untuk turis Asia dan Eropa. Ini negara yang memiliki prospek ekonomi luar biasa. Dia punya kejutan ekonomi menjanjikan. Dia punya cadangan mineral dan migas luar biasa," kata Husnan Bey.
Karena itu, ia sangat berambisi untuk menggelar promosi pariwisata budaya Indonesia secara besar-besaran di Azerbaijan.
"Pertemuan Pak Oso dengan Menteri Pariwisata tadi sangat efektif untuk meyakinkan pihak Azerbaijan soal apa yang akan dilakukan pada November nanti tidaklah main-main. Ini akan jadi pertukaran investasi yang menjanjikan," terangnya.
Masih dalam usahanya mempromosikan pariwisata Indonesia di Azerbaijan, Husnan Bey menggelar malam resepsi untuk memperingati Hari Kemerdekaan ke-71 RI di Hotal Grand Hyatt Baku pada malam harinya.
Dalam kegiatan itu, Husnan melibatkan belasan mahasiswa jurusan kajian Indonesia dari Azerbaijan University. Mereka mementaskan tarian dari beberapa daerah Indonesia antara lain tari Bali, Jawa Tengah, dan Bali.
Ia pun mengundang ratusan orang dari pihak pemerintah Azerbaijan, parlemen, WNI yang berdomisili di sana, serta para Dubes negara sahabat lain yang bertugas di Baku.
"Resepsi diplomatik ini adalah pemanasan untuk acara November nanti yang mudah-mudahan disetujui pemerintah Azerbaijan. Kita serius 'jualan' Indonesia. Akan ada banyak acara pendahuluan," tegasnya.
Dia sangat yakin, Azerbaijan adalah tempat yang sangat baik untuk mempromosikan pariwsata Indonesia.
"Ada 10 juta penduduk Azerbaijan, tetapi banyak negara strategis yang ada di sekitarnya. Warga Azerbaijan adalah orang-orang kaya, akan sangat baik untuk pariwisata kita," tambahnya.
Dubes Husnan juga setuju dengan pernyataan Wakil Ketua MPR, Oesman Sapta Odang (Oso), saat pertemuan dengan Menteri Pariwisata Azerbaijan bahwa kendala utama pariwisata dua negara adalah transportasi penerbangan.
"Selama ini penerbangan harus lewat Qatar. Kedua, warga dari dua negara tidak berani saling berkunjung karena pengetahuan yang kurang," tegasnya lagi.
Sebelum wawancara berlangsung, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Azerbaijan, Abulfas Garayef, menerima dengan hangat kunjungan delegasi parlemen Indonesia yang dipimpin Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta Odang (Oso) di kantornya, Baku, Azerbaijan.
Oso berkunjung bersama Dubes Husnan; anggota Komisi I DPR, Alimin Abdullah; anggota Komisi X DPR, Moreno Suprapto; dan Sekjen MPR RI, Maruf Cahyono.
Saat menyambut Oso, Menteri Garayef mengatakan bahwa delegasi Indonesia mendapat tempat khusus di negaranya karena selama ini Indonesia dan Azerbaijan telah menjalin kerjasama bilateral yang sangat erat.
Namun, ia menyayangkan sampai sekarang kerjasama dua negara dalam bidang pariwisata sangat lemah.
Menjawab kegundahan Menteri Garayef, Oso berpendapat, meski Indonesia dan Azerbaijan sudah lama sekali menjalin hubungan baik, tetapi belum ada kegiatan yang bisa mengikat kedua negara dalam satu tujuan.
Dalam hal ini pariwisata bisa menjadi tujuan yang saling menguntungkan. Oso kemudian menyebut isu transportasi sebagai jawaban untuk mengatasi lemahnya kerjasama dua negara dalam hal pariwisata.
[ald]