Berita

Foto: RMOL

Genjot Kerjasama Pariwisata, Indonesia Tawarkan Solusi Konkret Kepada Azerbaijan

JUMAT, 09 SEPTEMBER 2016 | 03:50 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Azerbaijan, Abulfas Garayef, menerima dengan hangat kunjungan delegasi parlemen Indonesia yang dipimpin Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta Odang (Oso) di kantornya, Baku, Azerbaijan.

Oso berkunjung bersama Dubes RI untuk Azerbaijan, Husnan Bey Fananie; anggota Komisi I DPR, Alimin Abdullah; anggota Komisi X DPR, Moreno Suprapto; dan Sekjen MPR RI, Maruf Cahyono.

Saat menyambut Oso, Menteri Garayef mengatakan bahwa delegasi Indonesia mendapat tempat khusus di negaranya karena selama ini Indonesia dan Azerbaijan telah menjalin kerjasama bilateral yang sangat erat.


Dia juga mengatakan, Indonesia sebagai negara demokrasi berpenduduk muslim terbesar menjadi "patokan" pemerintahannya untuk bekerjasama dengan negara mayoritas muslim lain di dunia.

Namun, ia menyayangkan sampai sekarang kerjasama dua negara dalam bidang pariwisata sangat lemah. Jumlah turis Indonesia yang berkunjung ke negaranya sangat sedikit. Misalnya, pada tahun 2010 hanya ada 350 orang Indonesia yang berkunjung ke negara di persimpangan benua Asia dan Eropa itu. Dan pada 2015 lalu, hanya 800-an WNI yang berkunjung ke negeri di tepi Laut Kaspia itu.

Garayef berharap, Oso dan para delegasi parlemen Indonesia bisa membantu mendorong lebih banyak turis Indonesia ke Azerbaijan, atau setidaknya ke kota Baku yang memiliki arsitektur dan tata kota sangat indah. Dari segi investasi dan pariwisata, ia tegaskan Azerbaijan akan siap bekerjasama.

Menjawab kegundahan Menteri Garayef, Oso berpendapat, meski Indonesia dan Azerbaijan sudah lama sekali menjalin hubungan baik, tetapi belum ada kegiatan yang bisa mengikat kedua negara dalam satu tujuan. Dalam hal ini pariwisata bisa menjadi tujuan yang saling menguntungkan. Oso kemudian menyebut isu transportasi sebagai jawaban untuk mengatasi lemahnya kerjasama dua negara dalam hal pariwisata.

"Pariwisata Azerbaijan sangat bagus, menteri pariwisatanya pun sangat pintar, tetapi akan lebih pintar lagi kalau Azerbaijan mau mengirim satu pesawat dalam satu minggu ke Indonesia. Apalagi, kalau seminggu tiga kali penerbangan," kata Oso.

Selain itu, Oso membujuk pemerintah Azerbaijan agar memberi kebijakan bebas visa untuk orang Indonesia yang akan berwisata ke negara mereka. Apalagi, pemerintah Indonesia sudah menerapkan kebijakan bebas visa kepada warga dari 75 negara termasuk Azerbaijan sendiri untuk kunjungan wisata.

"Permintaan Bapak (soal visa) akan kami bicarakan ke presiden kami," jawab Garayef atas permintaan Oso.

Oso juga menyampaikan kembali ide dari pihak Indonesia, agar dalam waktu segera dapat digelar sebuah pameran pariwisata atau festival budaya Indonesia secara besar-besaran di Azerbaijan. Oso menawarkan waktu yang paling baik adalah bulan November mendatang.

"Kami akan kirimkan orang kami dalam jumlah besar, kami akan kerahkan semua pemerintah provinsi, kalau perlu kami angkut semua orang Indonesia ke sini. Kita adakan festival budaya," pinta Oso.
 
Dalam dialog yang berlangsung cukup alot itu, akhirnya disepakati bahwa kerjasama dua negara dalam bidang pariwisata harus saling menguntungkan. Azerbaijan harus berani berinvestasi di bidang transportasi, dengan demikian Indonesia bisa lebih masif memasarkan pariwisata Azerbaijan di dalam negeri.

Pemerintah Azerbaijan juga berjanji akan membahas secara khusus persiapan festival budaya yang diusulkan pihak Indonesia.

"Konkret, kami undang Anda untuk diskusikan hal ini di Bali. Silakan bawa delegasi Anda dalam jumlah banyak, kita akan bahas isu ini," tegas Oso yang langsung direspons dengan gembira oleh Menteri Garayef. [ald]

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya