Berita

Ryamizard Ryacudu/Net

Politik

Menteri Ryamizard: Radikalisme Dan Terorisme Ancaman Terbesar Saat Ini

SABTU, 03 SEPTEMBER 2016 | 04:39 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Radikalisme dan terorisme merupakan ancaman terbesar saat ini. Karena itu, para kepala daerah harus waspada dan ikut mengatasinya di daerah masing-masing.

Demikian disampaikan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu saat  menjadi narasumber dalam Sekolah Partai PDI Perjuangan untuk Calon Kepala Daerah untuk Pemilu Serentak di Wisma Kinasih, Depok, Jumat malam (2/9).

Dalam kesempatan ini, dua peserta yaitu Rapian dari Kab Simeulue  Aceh dan Tausikal Abua dari Maluku Tengah menambahkan bahwa pencurian ikan dari negara asing harus dimasukkan juga sebagai bentuk ancaman serius karena menghancurkan perekonomian daerah maupun nasional.


Dua peserta lain yaitu, Shabela Abubakar dari Aceh Tengah dan Yudas Sabagggalet dari Mentawai mengeluhkan ancaman pilkada yaitu adanya aparat keamanan yang tidak neutral alias memihak salah satu kandidat.

Moderator Eva Sundari menambahkan bahwa PDI Perjuangan punya pengalaman pahit di pilgub 2015 di Kalteng dan Keppri terkait adanya  intervensi dari aparat keamanan setempat.

Menhan menyatakan prihatin dan menegaskan bahwa hal itu tidak boleh lagi terjadi di pilkada 2017.  "Saya akan keluarkan Surat peringatan menjelang pilkada dan akan minta pemecatan Jika ada yang melanggarnya," tegasnya.

Kepala Sekolah, Komarudin Watumbun menjelaskan juga bahwa faktor keamanan fisik untuk daerah-daerah terluar juga menjadi kekhawatiran para calon kepala daerah.

"Tolong Pak Menhan, belanja alutsistanya yang bisa untuk mengamankan SDA kita di pulau2 terluar, gak perlu yang mahal dan canggih tapi tidak efektif," ujar Komarudin. [ysa]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya