Berita

Rizal Ramli/Net

Politik

AS Hikam: Rizal Ramli Pengubah Permainan Politik Di Jakarta

KAMIS, 01 SEPTEMBER 2016 | 09:13 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Apabila keputusan Rizal Ramli (RR) bersedia maju dalam Pilkada DKI Jakarta disambut baik dan diusung oleh partai politik yang belum punya calon, maka hal ini bisa mengubah peta politik di DKI Jakarta. Sebab sosok RR memiliki kapasitas sebagai pengubah permainan (game changer) politik DKI yang selama ini terkesan telah berada dalam alur plot yang dibuat dan dikendalikan serta didominasi oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Demikian disampaikan pengamat politik senior AS Hikam. Menurut Hikam, RR memiliki daya tarik potensial bagi pemilih DKI Jakarta dibandingkan dengan nama-nama yang sudah muncul seperti Yusril Ihza Mahendra, Adhyaksa Dault, maupun Sandiaga Uno. Di saat yang sama, RR pun bisa mengimbangi elektabilitas Ahok. Apalagi RR dikenal sebagai figur profesional yang diakui dunia, juga memiliki pengalaman politik sejak tahun 70-an, dengan rekam jejak yang sangat baik karena konsistensinya antara visi dengan kebijakan dan program yang dibuatnya.

"RR mampu merangkul berbagai kekuatan strategis dalam masyarakat sipil Indonesia, termasuk, tetapi tak terbatas pada, ormas-ormas keagamaan besar, para pengusaha nasional, elite parpol, kalangan aktivis pro demokrasi, kalangan buruh, para cendekiawan, dan last but not the least, media baik mainstream maupun medsos," kata AS Hikam dalam laman facebook-nya.


Dengan demikian, lanjut Hikam, munculnya RR mampu menutup kelemahan semua penantang Ahok sebelumnya, yaitu inklusifisme dan rekam jejak sebagai pemimpin dan pengambil keputusan yang konsisten berorientasi kepada kepentingan rakyat bawah. Dan resistensi terhada sosok RR dari publik relatif lebih kecil dibanding terhada Ahok, Yusril maupun Adhyaksa. Dan pengalaman RR sebagai pengambil keputusan dalam pemerintahan jelas mengatasi Sandiaga dan tak kalah Ahok.

"Keunggulan Ahok dalam ketegasan, keberanian, dan kemandirian serta jejaring juga bisa diimbangi, kalau tidak malah diatasi, oleh RR," jelas Hikam.

Saat ini, sambung Hikam, kendala satu-satunya yang paling krusial bagi pencalonan Rizal Ramli adalah dukungan parpol. Dan ini bukanlah sebuah perkara yang mudah. Di antara parpol yg masih bisa "dilamar" untuk mengusung RR kini tinggal PDI Perjuangan, PPP, PAN, Demokrat, dan PKS. Jika RR mampu meyakinkan PDI Perjuangan untuk menjadi balongub, tentu urusan langsung beres. Namun ini bukanlah perkara mudah karena partai yang berkuasa tersebut akan lebih cenderung mendukung Ahok yang dipasangkan dengan kadernya sendiri, Djarot Syaiful Hidayat (DSH) yang notabene adalah Wagub DKI sendiri.

"PPP yang jumlah kursinya di DPRD cukup besar, tetap harus bergabung dengan parpol lain agar bisa mencalonkan RR. Ini juga bukan persoalan yan mudah bagi RR dan pendukungnya karena parpol-parpol tersebut juga punya komitmen dengan calon-calon," jelas Hikam

Walhasil, simpul Hikam, potensi RR yang sangat bagus sebagai balongub DKI masih memerlukan dukungan riil yg sangat tidak mudah dicapai. Namun politik adalah sangat cair. Bisa saja perubahan-perubahan pada injury time terjadi.

"Jika demikian maka Pilgub DKI tahun depan bakal lebih menarik dan kompetitif serta menggairahkan karena munculnya penantang yang seimbang bagi Ahok. RR adalah calon yang berkarakter 'pengubah permainan', bukan calon penggembira dan pelengkap belaka," demikian AS Hikam. [ysa]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya