. Apabila keputusan Rizal Ramli (RR) bersedia maju dalam Pilkada DKI Jakarta disambut baik dan diusung oleh partai politik yang belum punya calon, maka hal ini bisa mengubah peta politik di DKI Jakarta. Sebab sosok RR memiliki kapasitas sebagai pengubah permainan (game changer) politik DKI yang selama ini terkesan telah berada dalam alur plot yang dibuat dan dikendalikan serta didominasi oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Demikian disampaikan pengamat politik senior AS Hikam. Menurut Hikam, RR memiliki daya tarik potensial bagi pemilih DKI Jakarta dibandingkan dengan nama-nama yang sudah muncul seperti Yusril Ihza Mahendra, Adhyaksa Dault, maupun Sandiaga Uno. Di saat yang sama, RR pun bisa mengimbangi elektabilitas Ahok. Apalagi RR dikenal sebagai figur profesional yang diakui dunia, juga memiliki pengalaman politik sejak tahun 70-an, dengan rekam jejak yang sangat baik karena konsistensinya antara visi dengan kebijakan dan program yang dibuatnya.
"RR mampu merangkul berbagai kekuatan strategis dalam masyarakat sipil Indonesia, termasuk, tetapi tak terbatas pada, ormas-ormas keagamaan besar, para pengusaha nasional, elite parpol, kalangan aktivis pro demokrasi, kalangan buruh, para cendekiawan, dan last but not the least, media baik mainstream maupun medsos," kata AS Hikam dalam laman facebook-nya.
Dengan demikian, lanjut Hikam, munculnya RR mampu menutup kelemahan semua penantang Ahok sebelumnya, yaitu inklusifisme dan rekam jejak sebagai pemimpin dan pengambil keputusan yang konsisten berorientasi kepada kepentingan rakyat bawah. Dan resistensi terhada sosok RR dari publik relatif lebih kecil dibanding terhada Ahok, Yusril maupun Adhyaksa. Dan pengalaman RR sebagai pengambil keputusan dalam pemerintahan jelas mengatasi Sandiaga dan tak kalah Ahok.
"Keunggulan Ahok dalam ketegasan, keberanian, dan kemandirian serta jejaring juga bisa diimbangi, kalau tidak malah diatasi, oleh RR," jelas Hikam.
Saat ini, sambung Hikam, kendala satu-satunya yang paling krusial bagi pencalonan Rizal Ramli adalah dukungan parpol. Dan ini bukanlah sebuah perkara yang mudah. Di antara parpol yg masih bisa "dilamar" untuk mengusung RR kini tinggal PDI Perjuangan, PPP, PAN, Demokrat, dan PKS. Jika RR mampu meyakinkan PDI Perjuangan untuk menjadi balongub, tentu urusan langsung beres. Namun ini bukanlah perkara mudah karena partai yang berkuasa tersebut akan lebih cenderung mendukung Ahok yang dipasangkan dengan kadernya sendiri, Djarot Syaiful Hidayat (DSH) yang notabene adalah Wagub DKI sendiri.
"PPP yang jumlah kursinya di DPRD cukup besar, tetap harus bergabung dengan parpol lain agar bisa mencalonkan RR. Ini juga bukan persoalan yan mudah bagi RR dan pendukungnya karena parpol-parpol tersebut juga punya komitmen dengan calon-calon," jelas Hikam
Walhasil, simpul Hikam, potensi RR yang sangat bagus sebagai balongub DKI masih memerlukan dukungan riil yg sangat tidak mudah dicapai. Namun politik adalah sangat cair. Bisa saja perubahan-perubahan pada injury time terjadi.
"Jika demikian maka Pilgub DKI tahun depan bakal lebih menarik dan kompetitif serta menggairahkan karena munculnya penantang yang seimbang bagi Ahok. RR adalah calon yang berkarakter 'pengubah permainan', bukan calon penggembira dan pelengkap belaka," demikian AS Hikam.
[ysa]