Berita

Politik

Tim Pemenangan Ahok Masih Bisa Berubah Bukan Karena Menunggu PDIP

RABU, 24 AGUSTUS 2016 | 17:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Struktur Tim Pemenangan Basuki T. Purnama sebagai calon Gubernur DKI Jakarta beredar. Tim yang terdiri dari perwakilan partai pengusung, relawan, kelompok profesional, hingga aktivis NU ini secara keseluruhan berjumlah sekitar 160 orang.

Salah satu pendiri Teman Ahok, Singgih Widiyastono, membenarkan struktur dan nama-nama tim pemenangan tersebut. [Baca: Diisi Perwakilan Partai, Relawan, Hingga Aktivis NU, Inilah Tim Pemenangan Ahok]

"Kalau nama-nama itu, betul. Rapat terakhir menentukan seperti itu," kata Singgih kepada Kantor Berita Politik RMOL petang ini.


Namun, struktur dan nama-nama tersebut masih optional, masih ada kemungkinan perubahan. "Mungkin ada nama yang nggak bisa di sub ini, pindah ke sub lain," tandasnya.

Yang pasti, kata dia menambahkan, opsi optional tersebut bukan karena pihaknya menunggu PDIP untuk bergabung. "Ngapain menunggu yang belum pasti. Nggak ada ngaruhnya," demikian Singgih, yang dalam struktur tersebut sebagai spoke person.

Dari nama-nama tim pemenangan Ahok tersebut, memang tak terdapat perwakilan PDIP.  Dari partai hanya Hanura, Golkar, Nasdem, tiga partai yang sudah menyatakan mendukung Ahok. [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Dokumen dan BBE Usai Geledah Rumah Mewah Anggota Polri Yayat Sudrajat

Kamis, 10 September 2026 | 20:17

Pendalaman Fakta dan Penegakan Hukum Transparan Diperlukan di Kasus DJKA

Kamis, 10 September 2026 | 20:12

Tim 9 Kejagung Temukan Bukti Pemerasan Febrie di Kasus Jiwasraya

Kamis, 10 September 2026 | 20:05

Konsisten Perkuat Investasi Berkelanjutan, DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026

Kamis, 10 September 2026 | 19:58

Waketum Golkar: Prabowo Konsisten Satukan Berbagai Warna Politik untuk Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 19:50

Rombak Ratusan Pejabat, Purbaya Minta Kemenkeu Bergerak Lebih Cepat

Kamis, 10 September 2026 | 19:40

Iwakum Dorong Pengerahan Maksimal Cari Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 10 September 2026 | 19:31

Menyoal Kasus Dadan Cs, JMI: Jangan Ramai di Awal, Lalu Hilang di Tengah Jalan

Kamis, 10 September 2026 | 19:14

Polisi Siap Sikat Penimbun Masker di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau

Kamis, 10 September 2026 | 19:01

Pembagian 50:50 Kuota Haji Tambahan Ternyata Kebijakan Gus Yaqut

Kamis, 10 September 2026 | 18:45

Selengkapnya