Berita

Foto/Net

X-Files

Parpol Hanya Hadir Saat Pemilu Dan Pilkada Saja

Kehadirannya Belum Dirasakan Rakyat
SABTU, 13 AGUSTUS 2016 | 08:25 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Fungsi partai politik terkait kaderisasi dan keberpihakan pada rakyat kembali menda­patkan kritikan tajam. Parpol disebut hanya terlihat ketika menjelang pesta demokrasi saja, baik lokal maupun na­sional.

Kritikan pertama datang dari Peneliti senior PARA Syndicate Toto Sugiarto. Menurutnya, masyarakat selama ini tidak begitu merasakan kehadiran parpol. Partai lebih sibuk men­cari koalisi untuk mendapatkan kekuasaan.

"Parpol hanya kasak-kusuk. Koalisi mengusung calon tanpa calon. Akhirnya layu sebelum berkembang," kata Toto dalam diskusi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, kemarin.


Kata Toto, hal itu disebabkan ketiadaan kader parpol yang layak diusung pada kontestasi pemilu. Menurutnya, parpol tidak melaksanakan fungsin­ya sebagai wadah pendidikan politik.

"Itulah yang munculkan poli­tik ketakutan. Sudah tahu kekua­saan itu enak, mereka tidak siap kehilangan kekuasaan. Padahal, politik di mata Jokowi adalah pengabdian, begitu persepsi kami dari luar," ucap Toto.

Akibatnya, lanjut Toto, parpol tidak memandang politik seba­gai bagian dari bentuk pelayanan terhadap masyarakat. Sebagian kepala daerah hanya menikmati kue kekuasaan untik keuntungan pribadi.

"70 persen kepala daerah itu masuk penjara karena ko­rupsi. Bukan untuk pelayanan masyarakat. Bukan untuk ke­baikan luhur. Tidak ada landasan filosofis dan etika yang baik," ujar Toto.

Dalam berbagai pilkada, sep­erti di DKI Jakarta ini, lanjut Toto, politik ketakutan tercipta karena aktivitas politik hanya di­tujukan untuk mengejar kekua­saan. Selain itu, ia menduga partai tidak siap kalah dalam pertarungan politik.

"Politik masih perebutan kursi karena itu sangat takut kehilan­gan kursi. Maka, demokrasi itu jadi sandera oleh kepentingan sempit sesaat," ucap Toto.

Toto menyayangkan partai belum dijalankan dengan niat se­bagai bentuk politik yang luhur dengan memberikan pelayanan kepada publik.

"Tidak ada landasan filosofis dan etika yang baik. Parpol hanya kasak-kusuk," ujar Toto.

Koordinator FORMAPPI Sebastian Salang menilai, pilkada DKI Jakarta menjadi barometer pointer melihat bahwa selama ini proses kaderisasi di tingkat parpol memang minim.

Dari 10 parpol yang ada, ternyata tidak satu pun parpol yang memiliki kader sendiri untuk diusung.

"Ini menunjukkan bahwa par­pol krisis kader terbaik mereka. Bila banyak calon yang merupa­kan kader terbaik parpol, tentu masyarakat mempunyai banyak alternatif. Maka perlu kita terus kritisi mengapa parpol kok sulit punya kader terbaiknya," ujar Sebastian. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya