Berita

Publika

Jokowi Sudah "In Absentia", Ini Rezim JK-SMI

Kudeta Terselubung Pemerintahan Jokowi
SABTU, 30 JULI 2016 | 17:12 WIB

PEMERINTAHAN era Joko Widodo (Jokowi) sudah selesai! Reshuffle kabinet jilid II telah mempertegas bahwa pemerintahan sekarang bukan lagi pemerintahan Jokowi melainkan pemerintahan Jusuf Kalla-Sri Mulyani Indrawati (JK-SMI) yang disokong oleh kekuatan ekonomi global dan pengusaha nasional (pengembang).

Tercium pula aroma tak sedap! Skenario permainan memporakporandakan pondasi ekonomi Indonesia telah berhasil dijalankan oleh kelompok ekonomi neoliberalisme (Neolib). Caranya, Indonesia dibuat terjebak dengan kondisi krisis dan defisit anggaran sehingga dengan terpaksa Jokowi menerima tawaran pinjaman dari World Bank (Bank Dunia) dengan proposal agar Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan.

Dengan keberadaan Sri Mulyani cs yang memiliki komposisi strategis dalam pemerintahan sekarang jelas tidak mungkin melaksanakan agenda kerakyatan. Bahkan sudah bisa dipastikan akan  mengkhianati cita-cita reformasi, Trisakti dan Nawacita.


Kasus Bailout Bank Century merupakan "prestasi" terbesar yang dilakukan oleh Sri Mulyani cs sehingga menjadikan Sri Mulyani menjadi Menteri Keuangan terbaik Asia versi Emerging Market Forum dan Majalah Euro Money beberapa waktu lalu di jaman SBY.

Pendekatan ekonomi yang berpihak pada Investor inilah membuat kita harus berkata "Selamat Tinggal Pemerintahan Jokowi, Selamat Datang Pemerintahan JK-SMI"

Reshufle Jilid II, Reklamasi Berjaya

Seperti diberitakan di sejumlah media massa, terkait Reklamasi Pantai Utara Jakarta, Menko Maritim Luhut B. Panjaitan mengatakan, "harus tegas dan pasti ada solusinya." Serta "Melihat hukumnya bagaimana kemaslahatan buat pembangunan dan juga kepercayaan diri dari investor Indonesia. Jangan kita bikin salah investornya terus dirugikan itu juga tidak fair".

Ini menandakan bahwa agenda Reklamasi Pulau G yang semula di stop saat Menko Maritim Rizal Ramli akan jalan terus. Ini juga menjadi bukti bahwa Menko Maritim Luhut B Panjaitan berpihak pada Investor (pengembang), bukan kepada rakyat Indonesia.

Akar masalah Reklamasi yang begitu banyak menyita perhatian publik ini sesungguhnya bukan masalah hukum, politik dan ekonomi, melainkan masalah keberpihakan. Apakah pemerintah tetap berpihak pada masyarakat atau berpihak pada pengembang (investor)?

Padahal, Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta Timur akhirnya mengabulkan gugatan yang diajukan Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta, terkait Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang memberikan izin Reklamasi Pulau G kepada PT Muara Wisesa Samudra.

Berapa banyak masyarakat Jakarta yang harus dikorbankan demi ambisi menyulap Jakarta menjadi lebih Indah, sehingga masyarakat miskin akan menjadi penghalang keindahan Jakarta? Sungguh tragis masyarakat miskin di Jakarta tidak boleh tinggal dan hidup di tanah tumpah darahnya sendiri.

Agung W. Hadi
Aktivis'98, Koordinator'98 Tolak Reklamasi Pantai dan Pesisir Indonesia.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya