Berita

Komnas HAM Minta Penembakan Anggota TNI Oleh Brimob Diusut

JUMAT, 29 JULI 2016 | 05:15 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Anggota TNI Serda Muhammad Ilman dari Satuan Tim Intelrem 132/Tadulako yang tergabung dalam Satgas 1 Tinombala tewas tertembak oleh pasukan Brimob di Desa Towu, Kecamatan Poso Pesisir, Poso, pukul 12.30 Wita (Rabu, 27/7).

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) prihatin atas insiden tersebut dan menyampaikan turut berduka atas meninggalnya Serda Ilman.

"Semoga keluarga tabah," ungkap Komisioner Komnas HAM, Maneger Nasution, (Jumat, 29/7). [Baca: Dikira Kelompok Santoso, Serda Ilman Tewas Ditembak Anggota Brimob]


Bagi Maneger, peristiwa ini mengingatkan betapa pentingnya sinergitas dan koordinasi TNI-Polri sehingga hal seperti ini tidak mesti terjadi. Ke depan harus ada jaminan bahwa hal yang fatal ini tidak terulang kembali.

"Peristiwa ini juga disadari atau tidak menebat syiar ketakutan publik. Logika sederhananya, sesama aparat saja bisa ditembak, lalu siapa yang menjamin keamanan publik," katanya mempertanyakan.

Karena itu, Komnas HAM mendukung adanya tim investigasi untuk memastikan peristiwa yang sebenarnya terjadi. Pelakunya harus dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku.

"Mendukung pimpinan TNI-Polri untuk berdialog berkejujuran guna menyelesaikan segala hal. Dan publik memberi kesempatan kepada Pimpinan TNI-Polri untuk berkoordinasi dan bersinergi serta menenangkan prajurit di lapangan," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, penembakan tersebut terjadi saat Serda Ilman sedang melakukan penggalian dan pencarian senjata di dalam gowa di kawasan tersebut yang diperkirakan sebagai tempat penimbunan senjata api milik kelompok Santoso. [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Dokumen dan BBE Usai Geledah Rumah Mewah Anggota Polri Yayat Sudrajat

Kamis, 10 September 2026 | 20:17

Pendalaman Fakta dan Penegakan Hukum Transparan Diperlukan di Kasus DJKA

Kamis, 10 September 2026 | 20:12

Tim 9 Kejagung Temukan Bukti Pemerasan Febrie di Kasus Jiwasraya

Kamis, 10 September 2026 | 20:05

Konsisten Perkuat Investasi Berkelanjutan, DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026

Kamis, 10 September 2026 | 19:58

Waketum Golkar: Prabowo Konsisten Satukan Berbagai Warna Politik untuk Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 19:50

Rombak Ratusan Pejabat, Purbaya Minta Kemenkeu Bergerak Lebih Cepat

Kamis, 10 September 2026 | 19:40

Iwakum Dorong Pengerahan Maksimal Cari Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 10 September 2026 | 19:31

Menyoal Kasus Dadan Cs, JMI: Jangan Ramai di Awal, Lalu Hilang di Tengah Jalan

Kamis, 10 September 2026 | 19:14

Polisi Siap Sikat Penimbun Masker di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau

Kamis, 10 September 2026 | 19:01

Pembagian 50:50 Kuota Haji Tambahan Ternyata Kebijakan Gus Yaqut

Kamis, 10 September 2026 | 18:45

Selengkapnya