Berita

Elektabilitasnya Tertinggal Jauh Dari Ahok, Yusril Tak Percaya Hasil Survei SMRC

RABU, 27 JULI 2016 | 01:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Yusril Ihza Mahendra, santai dalam menanggapi hasil survei terbaru Saiful Mujani Research Consulting (SMRC) terkait Pilkada DKI Jakarta.

Yusril tak percaya temuan SMRC yang menyebut elektabilitasnya masih jauh tertinggal dibanding Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

"Kalau Saiful Mujani kan grup sana, jadi kalau teman sendiri di-upgrade 10, lawannya diturunkan 10," kata Yusril di Jakarta, Selasa (26/7), seperti dilansir RMOLJakarta.


SMRC melakukan beberapa simulasi dalam survei terhadap 646 responden yang dilakukan dengan metode wawancara. Pertama, survei dilakukan dengan simulasi terbuka tanpa memberikan pilihan nama tokoh terhadap responden yang diwawancarai. Hasilnya, elektabilitas Ahok 36,6 persen.

Di posisi kedua ada nama Yusril Ihza Mahendra dengan 2,8 persen, dan di posisi ketiga Sandiaga Uno dengan 2,1 persen. Sementara tokoh-tokoh lainnya memiliki elektabilitas di bawah 1 persen.

SMRC juga melakukan simulasi terbuka dengan memberikan daftar 22 nama calon gubernur. Nama Ahok pun masih berada di posisi teratas.

Yusril Ihza Mahendra tetap menempati posisi kedua. Namun, elektabilitasnya meningkat menjadi 10,4 persen.

"Kalau di survei lain saya dengan Pak Ahok bedanya tidak jauh, Pak Ahok 55 persen saya 45, Pak Ahok 43 persen, saya 34," demikian Yusril. [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Dokumen dan BBE Usai Geledah Rumah Mewah Anggota Polri Yayat Sudrajat

Kamis, 10 September 2026 | 20:17

Pendalaman Fakta dan Penegakan Hukum Transparan Diperlukan di Kasus DJKA

Kamis, 10 September 2026 | 20:12

Tim 9 Kejagung Temukan Bukti Pemerasan Febrie di Kasus Jiwasraya

Kamis, 10 September 2026 | 20:05

Konsisten Perkuat Investasi Berkelanjutan, DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026

Kamis, 10 September 2026 | 19:58

Waketum Golkar: Prabowo Konsisten Satukan Berbagai Warna Politik untuk Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 19:50

Rombak Ratusan Pejabat, Purbaya Minta Kemenkeu Bergerak Lebih Cepat

Kamis, 10 September 2026 | 19:40

Iwakum Dorong Pengerahan Maksimal Cari Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 10 September 2026 | 19:31

Menyoal Kasus Dadan Cs, JMI: Jangan Ramai di Awal, Lalu Hilang di Tengah Jalan

Kamis, 10 September 2026 | 19:14

Polisi Siap Sikat Penimbun Masker di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau

Kamis, 10 September 2026 | 19:01

Pembagian 50:50 Kuota Haji Tambahan Ternyata Kebijakan Gus Yaqut

Kamis, 10 September 2026 | 18:45

Selengkapnya