Berita

sudan selatan/net

Dunia

Sudan Selatan, Negara Baru Penuh Ketidakpercayaan

SENIN, 11 JULI 2016 | 10:43 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sudan Selatan kembali bergejolak akibat perselisihan berujung bentrok bersenjata sejak pekan lalu. Hal itu menyebabkan jatuhnya korban jiwa hingga hampir mencapai 300 orang.

Negara yang beru lima tahun merdeka itu memang belum stabil secara politik maupun ekonomi. Terlebih lagi, adanya ketidakpercayaan yang meluas di kalangan masyarakat serta kubu yang berkonflik menyebabkan negara tersebut semakin menjauh dari kesejahteraan.

Negara yang memiliki nama resmi Republik Sudan Selatan itu sendiri merupakan sebuah negara di kawasan Afrika Timur. Negara yang terkurung daratan ini berbatasan dengan Ethiopia di sebelah timur, Kenya, Uganda, serta Republik Demokratik Kongo di sebelah selatan, Republik Afrika Tengah di sebelah barat dan Sudan di sebelah utara.


Sudan Selatan baru memerdekakan diri dari Sudan pada tahun 2011 lalu. Kemerdekaan Sudan Selatan terjadi setelah terjadi perang gerilya selama lebih dari 20 tahun yang merenggut nyawa sedikitinya 1,5 juta jiwa dan membuat sekitar empat juta orang lainnya melarikan diri.

Kendati demikian, merdekanya Sudan Selatan tidak serta merta membawa perdamaian bagi warganya. Sudan Selatan yang sejak merdeka dipimpin oleh Presiden Salva Kiir itu kembali mengalami perang saudara setelah Kiir menuduh wakilnya sendiri yakni Riek Machar melancarkan rencana kudeta.

Perang saudara itu semakin meluas sehingga menyebabkan ribuan orang tewas serta lebih dari 2,2 juta orang terpaksa mengungsi karena khawatir akan konflik serta mengalami kelaparan.

Machar sendiri pada saat konflik berlangsung justru melarikan diri dari Sudan Selatan.

Konflik berlangsung selama sekitar dua tahun hingga pada Agustus 2015 kemarin, kedua kubu yang berkonflik sepakat untuk memulai upaya damai. Kiir menandatangani perjanjian damai dengan oposisi. Hal itu dilakukan setelaha da ancaman akan diberlakukannya sanksi oleh PBB.

Perjanjian damai tersebut kemudian membuat Machar kembali ke negaranya pada April 2016 kemarin. Ia juga kembali menduduki kursi Wakil Presiden mendampingi Kiir.

Namun agaknya ketidakpercayaan antara kedua belah pihak amat besar sehingga perjanjian damai pun tidak berjalan dengan baik. Hal itu terlihat dari munculnya bentrokan bersenjata antara pengawal Kiir dan Machar sejak pekan lalu yang dipicu oleh perselisihan.

Bentrokan yang terjadi jelang peringatan lima tahun kemerdekaan Sudan Selatan itu menyebabkan jatuhnya ratusan korban jiwa dan luka. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya