Berita

marwan batubara

Jokowi Dukung Ahok Karena Takut Terseret Kasus Sumber Waras?

SABTU, 25 JUNI 2016 | 13:41 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Dukungan Presiden Joko Widodo kepada Basuki T. Purnama untuk maju dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 mendatang dinilai tidak mengejutkan.

Karena mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut dinilai punya kepentingan juga untuk mengamankan dan melindungi Ahok. [Klik: Jasmev: Secara Implisit Jokowi Dukung Ahok]

Apalagi belakangan semakin tersiar kabar, Jokowi terlibat dalam dugaan korupsi pembelian lahan RS Sumber Waras oleh Pemerintah DKI Jakarta.


"Lah ya lah, itu satu paket," tegas tokoh Jakarta, Marwan Barubara, saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL siang ini (Sabtu, 25/6).

Karena itu, mantan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari DKI Jakarta ini sendiri juga tidak heran terhadap sikap Jokowi yang tidak memperdulikan hasil audit investigatif Badan Pemeriksaan Keuangan.

Padahal lembaga auditor resmi negara tersebut menemukan setidaknya enam penyimpangan dalam pembelian lahan seluas 3,64 hektar tersebut dan menimbulkan kerugian negara Rp 191 miliar.

Malah, dia menduga, Jokowi ikut andil atas sikap pimpinan KPK yang menyatakan tidak ada perbuatan melawan hukum dalam pembelian lahan yang nilainya hampir mencapai Rp 1 triliun tersebut.

"Ada intervensi," tegasnya.

Soal dugaan keterlibatan Jokowi ini disampaikan pakar hukum pidana Prof. Romli Atmasasmita dalam program Indonesia Lawyers Club (ILC) TVOne beberapa hari lalu.

"Pergub penetapan NJOP (Jalan Kiai Tapa) 20 juta oleh Jokowi selaku gubernur, bukan Ahok. Itu saya lebih khawatir karena tanggalnya kalau di back date ditandatangani salah seorang pejabat, masalah besar dari segi hukum. Siapa yang memberikan advice hukum?" ungkap Prof. Romli. [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Dokumen dan BBE Usai Geledah Rumah Mewah Anggota Polri Yayat Sudrajat

Kamis, 10 September 2026 | 20:17

Pendalaman Fakta dan Penegakan Hukum Transparan Diperlukan di Kasus DJKA

Kamis, 10 September 2026 | 20:12

Tim 9 Kejagung Temukan Bukti Pemerasan Febrie di Kasus Jiwasraya

Kamis, 10 September 2026 | 20:05

Konsisten Perkuat Investasi Berkelanjutan, DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026

Kamis, 10 September 2026 | 19:58

Waketum Golkar: Prabowo Konsisten Satukan Berbagai Warna Politik untuk Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 19:50

Rombak Ratusan Pejabat, Purbaya Minta Kemenkeu Bergerak Lebih Cepat

Kamis, 10 September 2026 | 19:40

Iwakum Dorong Pengerahan Maksimal Cari Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 10 September 2026 | 19:31

Menyoal Kasus Dadan Cs, JMI: Jangan Ramai di Awal, Lalu Hilang di Tengah Jalan

Kamis, 10 September 2026 | 19:14

Polisi Siap Sikat Penimbun Masker di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau

Kamis, 10 September 2026 | 19:01

Pembagian 50:50 Kuota Haji Tambahan Ternyata Kebijakan Gus Yaqut

Kamis, 10 September 2026 | 18:45

Selengkapnya