Berita

foto:net

X-Files

Kejagung Tak Prioritaskan Kasus Akuisisi Simpatindo

Perkara Korupsi Numpuk Di Gedung Bundar
SENIN, 13 JUNI 2016 | 08:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kejaksaan Agung membuka penyelidikan kasus dugaan korupsi akuisisi Simpatindo Multi Media (SMM) oleh Tiphone Mobile Indonesia (TELE) sejak Februari lalu. Namun hingga kini tak kunjung meminta keterangan dari saksi-saksi. Ada apa?

Direktur Penyidikan pa­da Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) Fadil Zumhana berdalih pihaknya tengah menangani banyak kasus dugaan korupsi.

Penyidik di gedung bundar memprioritaskan penanganan perkara yang masuk lebih dulu. "Semua mendapatkan penanganan yang sama. Tidak dibeda-bedakan,"katanya.


Fadil mengatakan kasus akui­sisi Simpatindo masih didalami. Ia berjanji akan memantau perkembangan penyelidikan kasus ini.

Februari lalu, Kejagung meri­lis keterangan pers menge­nai pemanggilan Achmad RK terkait akuisisi Simpatindo oleh Tiphone. Pemanggilan Achmad RK dengan surat bernomor 24/F.2/ FD.1/02/2016 yang di­teken Fadil.

Setelah itu, belum dilaku­kan pemanggilan lagi terhadap pihak-pihak yang mengetahui perkara ini. "Sedang diperhi­tungkan oleh penyidik berapa taksiran dugaan kerugian negara dalam kasus itu," dalih Fadil saat itu.

Untuk mendapatkan perhitunganresmi mengenai kerugian negara, kejaksaan akan memintabantuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). "BPK yang akan menentukan ada atau tidak keru­gian negara," kata Fadil.

Untuk diketahui, akuisisi Simpatindo Multi Media (SMM) oleh Tiphone Mobile Indonesia (TELE) menggunakan dana dari hasil penjualan saham Tiphone kepada PT PINS Indonesia, anak usaha Telkom.

Tiphone diduga memperoleh keuntungan dari penjualan sa­ham kepada PINS Indonesia, serta keuntungan bisnis dari pen-caplokan Simpatindo.

Tiphone mengakuisisi Simpantindo pada kuartal pertama 2015. Tiphone membeli 99,5 persen saham Simpatindo dengan harga 32 juta dolar Amerika.

Simpatindo didirikan pada 2002. Berada di bawah Grup Sarindo, perusahaan yang bergerak di bidang pemasa­ran produk-produk Telkom-Telkomsel.

Simpatindo merupakan distributor produk Telkom-Telkomsel yang memiliki jaringan terluas. Penopang utama pendapatan Simpatindo berasal dari pen­jualan voucher isi ulang pulsa.

Sebelum mengakuisisi Simpatindo, Tiphone menjual sahamnya kepada PINS Indonesia. Sekretaris Perusahaan Tiphone, Samuel Kurniawan dalam keter­bukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI) 15 September 2014 menyampaikan, PINS Indonesia resmi menguasai 1,11 miliar atau 15 persen saham Tiphone.

Nilai saham Tiphone yang dibeli PINS Indonesia Rp 876,7 miliar. Pembelian saham Tiphone dilakukan lewat Boquete Group SA, Interventures Capital Ltd, PT Sinarmas Asset Management, dan Top Dollar Investment Ltd.

Perjanjian jual-beli sa­ham ditandatangani pada 11 September 2014. "Selanjutnya, PINS bakal membeli 10 persen saham Tiphone melalui pe­nambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD)," katanya.

Untuk pembelian 25 persen saham Tiphone, PINS Indonesia mengeluarkan dana hingga Rp 1,39 triliun. Dana segar inilah yang dipakai Tiphone untuk mengakuisisi Simpatindo dan menambah gerai reseller di seluruh Indonesia. ***

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Tak Pandang Bulu, Prabowo Akui Serahkan Dadan ke Kejaksaan

Kamis, 17 September 2026 | 12:29

MGBKI Soroti Isu Pendidikan Dokter Spesialis

Kamis, 17 September 2026 | 12:21

Prabowo Tugaskan Bahlil Bahas RUU Migas, SKK Migas Bisa Bubar!

Kamis, 17 September 2026 | 12:15

MNK Rokan Resmi Jadi Pionir Pengembanga Migas Nonkonvensional Indonesia

Kamis, 17 September 2026 | 12:13

Dasco Pastikan Seluruh Parpol Dilibatkan dalam Pembahasan Lanjutan RUU Pemilu

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

Ternyata Prabowo Suka Evidence-Based

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

SMEC Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata

Kamis, 17 September 2026 | 11:50

Berjalan Beriringan, Operasi PLTP Tak Pengaruhi Situs Waruga di Tomohon

Kamis, 17 September 2026 | 11:43

Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7: PHKT Genjot Produksi Migas Lampaui Target

Kamis, 17 September 2026 | 11:35

Prabowo Ungkap Bakal Ada Investasi Besar-besaran Masuk RI

Kamis, 17 September 2026 | 11:19

Selengkapnya