Berita

foto: net

Pesawat Baru Garuda Siap Jajal 10 Top Destinasi Pariwisata

MINGGU, 01 MEI 2016 | 09:38 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

.  Sampai akhir tahun ini, Garuda Indonesia akan kedatangan empat pesawat ATR lagi. Pesawat kecil, dengan seats dua di kiri dan dua di kanan menggunakan baling-baling untuk menjangkau 10 Top Destinasi Pariwisata Prioritas.

Ke-10 destinasi itu adalah Danau Toba Sumut, Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu Jakarta, Borobudur Jawa Tengah, Bromo Jawa Timur, Mandalika Lombok, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra, dan Morotai Maltara.

"Kami tengah menjajaki untuk terbang ke Morotai, Maluku Utara," kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Arif Wibowo saat pembukaan acara Garuda Travel Fair di JCC, Senayan, Jakarta.


Rute Wakatobi dan Labuan Bajo, juga tengah diperhitungkan untuk ditambah frequensi, jika volume traffic-nya sudah memenuhi syarat. Dengan pesawat baru nanti, pulau-pulau indah yang berada di sekitar 10 top destinasi itu bisa diterbangi. "Sekaligus menghidupkan ekonomi dan pariwisata kawasan tersebut," ujarnya.

Jalur Danau Toba melalui Bandara Silangit, kata Arief Wibowo juga akan diganti dengan pesawat baru yang lebih besar daya tampungnya. Saat ini masih menggunakan Explore Bombardier, dengan mesin jet dan komposisi seatsnya dua di kiri dan kanan. Pertumbuhan arus wisatawan menuju Danau Toba melalui Silangit cukup signifikan.

"Sekaligus, kami menunggu perpanjangan bandara," ujar dia, yang memang dijanjikan bandara Silangit akan diperpanjang menjadi 2.650 meter dan lebar 45 meter, karena posisinya di atas ketinggian 1.400 meter dari permukaan laut. Bandara yang tinggi seperti itu membutuhkan landasan pacu yang lebih panjang, karena berpotensi tertutup awan.

Di Morotai, Wing Air juga sudah terbang ke Bandar Udara Sultan Babullah (Ternate) serta Bandar Udara Pitu, Morotai. Tentu ini akan membuat Morotai, Maluku Utara semakin hidup ekonominya. Wings Air terbang setiap harinya sejak 27 April 2016 dengan rute Ambon-Dobo (PP) dan Manado-Ternate-Morotai dengan jadwal sebagai berikut, Ambon-Dobo pukul 07.50 dan 09.35, Dobo-Ambon pukul 09.55 dan 12.20 (isi bahan bakar di Langgur pukul 10.55) dan Manado-Ternate-Morotai pukul 07.30, 10.30, transit di Ternate 09.20. Selain itu, Morotai-Ternate-Manado pukul 10.50 dan 11.50 transit di Ternate 11.35, Manado-Ternate pukul 12.45 dan 14.35 serta Ternate - Manado pukul 14.55 dan 14.45.

Sementara itu, Sriwijaya Air, setelah menerbangi rute Jakarta-Silangit, untuk menghidupkan Danau Toba, juga sudah terbang ke Labuan Bajo, NTT. Tentu, Pulau Komodo dengan Boeing 737-500 itu, dan akan menghidupkan ekonomi di Flores tersebut.

Seperti diketahui, tidak semua kota di 10 Top Destinasi Pariwisata Baru itu memiliki akses yang baik. Dia mencontohkan Toba, yang harus ditempuh 4-5 jam dari Bandara Kualanamu, Medan. Menurut Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, jarak itu terlalu jauh dan lama. Wisatawan itu sudah bete alias tidak betah jika menempuh perjalanan darat lebih dari 2-2.5 jam. Karena itu, harus ada solusi baru, untuk mempersingkat akses menuju geopark dunia yang dikenal dengan istilah "super volcano" itu.

"Karena itu, tahun ini sudah dimulai pembangunan tol dari Kualanamu ke Tebing Tinggi. Lalu dari Tebing Tinggi ke Parapat jalan akan dilebarkan. Akses dari Bandara Silangit ke Danau Toba juga akan diperlebar dan diperbaiki, saat ini kondisinya masih terlalu kecil. Masih ada satu bandara lagi yang jaraknya juga dekat dengan Toba, yakni Bandara Sibisa, yang juga bertahap akan diperpanjang," kata Menpar.

Menpar memang punya rumus 3A, untuk pengembangan destinasi wisata Indonesia. Akses adalah prasyarat nomor satu, seperti frequensi penerbangan, infrastructure bandara, jalan menuju ke lokasi wisata. "Akses yang bagus, cepat, mudah dan murah akan mendorong kemajuan destinasi tersebut," ungkapnya.

"A" yang kedua adalah atraksi. Keindahan apa yang ditawarkan kepada wisatawan. Apakah alam, budaya, buatan manusia, atau gabungan dari ketiganya. "Tapi saya tidak pernah merasa ragu dengan keindahan atraksi kita dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia," ungkapnya.

Sedangkan "A" yang terakhir adalah amenitas. Seberapa lengkap sarana penunjang pariwisata seperti hotel, resto, café, golf course, convention center, dan sebangsanya. "Ini juga menentukan sukses tidaknya sebuah destinasi," kata Menpar. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya