Berita

pramono anung/net

Menlu, Panglima, Kepolisian Malaysia Dan Filipina Diundang Ke Jakarta

RABU, 27 APRIL 2016 | 10:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pemerintah RI mengambil inisiatif dengan mengundang Menteri Luar Negeri, Panglima, dan Kepolisian dari Malaysia dan Filipina ke Jakarta pekan ini. Pertemuan nanti guna membahas upaya memperkuat keamanan di daerah perbatasan antara Indonesia, Malaysia dan Filipina. Hal ini didasari dengan semakin maraknya peristiwa pembajakan yang terjadi di daerah tersebut akhir-akhir ini.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menjelaskan, dengan mempertemukan Menlu, Panglima, dan Kepolisian dari Indonesia, Malaysia, dan Filipina diharapkan ada saling kesepahaman untuk menjaga daerah bersama-sama, sehingga kalau terjadi upaya untuk melakukan penyanderaan lagi, maka ketiga negara ini sudah bisa melakukan pencegahan bersama-sama.

Meski demikian, Pramono menegaskan sesuai penjelasan yang disampaikan oleh Presiden Jokowi, Pemerintah RI tetap melakukan berbagai upaya untuk membebaskan 14 WNI yang disandera oleh kelompok milisi Abu Sayyaf di Filipina.


"Hanya saja upaya-upaya tersebut tidak bisa disampaikan secara terbuka kepada masyarakat," kata Pramono seperti dilansir dari laman setkab.go.id, Rabu (27/4).

Mengenai lokasi penyanderaan ke-14 WNI menyusul adanya eksekusi mati terhadap warga negara Kanada yang tidak memberikan uang tebusan hingga batas waktu yang ditentukan, Pramono menjelaskan, pemerintah sudah mengetahui, baik yang 10 maupun yang 4 di mana lokasinya. "Sudah tahu itu, karena sekarang ini sangat gampang untuk mengetahui itu," ujarnya.

Saat ditanya apakah yang melakukan penyanderaan kepada 14 WNI dari jaringan yang sama, yaitu Abu Sayyaf, Pramono mengatakan, intinya mereka. Namun dijelaskannya, bahwa ada faksi-faksi dalam kelompok tersebut yang tidak bisa dibuka ke publik mengenai ada dan siapa faksionalnya itu. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya