Berita

Ahmad Yohan/net

Politik

PAN Anggap Survei Populi Center Menangkan Ahok Hanya Lucu-lucuan

SELASA, 26 APRIL 2016 | 14:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Rilis survei Populi Center yang mengunggulkan calon incumbent Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tidak memotret dengan benar kondisi di lapangan.

"Saya kira itu survei lucu-lucuan lah, tidak bisa dijadikan rujukan. Survei itu kepentingan politik Sunny Cs lah dan keperluan Ahok," kata Wakil Sekertaris Jenderal DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Ahmad Yohan, Selasa (26/4).

Diketahui, salah satu Dewan Penasihat Populi Center adalah Sunny Tanuwidjaja. Dan semua sudah tahu, Sunny merupakan staf khusus Gubernur Ahok. Makanya, kata Yohan, survei yang memenangkan Ahok itu hanya merupakan kepentingan politik Ahok belaka.


Karenanya, menurut dia, survei tersebut tidak bisa dijadikan sebagai rujukan.

"Ya itu cuma ketakutan Ahok popularitasnya semakin turun, karena banyak tindakan-tindakan tidak populis yang dilakukan oleh Ahok itu loh, sehingga mereka mencoba menaikkan atau merilis survei-survei seolah-olah Ahok itu masih kuat sehingga dapat mempengaruhi masyarakat yang dalam menentukan pilihan itu tidak memiliki ideologi," paparnya.

Karenanya, Yohan dengan tegas menyatakan lembaga survei Populi Center tidak kredibel dalam surveinya terhadap popularitas Ahok.

"Tidak, mungkin dalam hal lain masih percaya, tapi untuk Ahok saya tidak percaya deh," tegasnya.

Senin (25/4) kemarin, Populi Center merilis hasil survei elektabilitas bakal calon Gubernur DKI Jakarta 2017. Mengejutkan, elektabilitas Ahok meningkat meski saat ini polemik pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras dan dugaan suap reklamasi pantai utara Jakarta sedang mengemuka.

Berikut hasil survei Populi Center pada 15-21 April 2016: Ahok 50,8 persen, atau naik dari 49,5 persen dibanding Februari lalu. Selanjutnya berurutan, Yusril Ihza Mahendra 5 persen naik dari 49,5 persen dibanding Februari; Sandiaga Uno dan Adhyaksa Daultmasing-masing 1,5 persen; Ridwan Kamil 1 persen;  memilih calon lain 7,8 persen; sementara yang tidak tahu atau tidak menjawab sebanyak 32,8 persen.

Survei ini dilakukan dengan wawancara tatap muka terhadap 400 responden di enam wilayah Jakarta. Ratusan responden ini dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error lebih kurang 4,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya