Berita

Jokowi-PM Inggris David

Hari Pertama Jokowi Di Inggris, Garuda-Airbus MoU 1 Miliar Pounds

RABU, 20 APRIL 2016 | 10:51 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pertemuan Presiden RI Joko Widodo dengan Perdana Menteri Inggris David Cameron, di Downing Street Number 10, London, Selasa (19/4) waktu setempat, selain membicarakan masalah ekstremisme yang dihadapi oleh semua negara di masa sekarang ini, juga dibahas upaya untuk mempererat hubungan perekonomian kedua negara.

"Hari ini kedua pemimpin mereview kemajuan, dan juga menandatangani kerjasama melalui MoU antara Airbus dan Garuda. Kesepakatan besar lebih dari 1 miliar pounds. Harapan kami jumlah deals yang ditindatangani di London lebih besar dari negara lain selama tahun ini," kata Dubes Inggris untuk RI, Moazzam Malik, kepada wartawan usai pertemuan di Kantor PM Inggris itu.

Menurut Moazam, kesepakatan itu adalah pembelian 14 pesawat baru oleh Garuda Indonesia. Sebagian komponen pesawat dibuat di Inggris dan sebagian dibuat di negara lain di Eropa. Tapi pesawat ini menggunakan mesin Roll Royce.


Selain itu, juga ada kesepakatan untuk bekerjasama antara Garuda dan Roll Royce untuk melatih junior, insinyur dan teknisi Indonesia di Indonesia.

Mengenai kerjasama ekonomi di bidang lain, Dubes Moazzal menjelaskan, tidak ada jumlah atau angka, tetapi ada harapan antara kedua negara untuk meningkatkan perdagangan antara kedua negara. Namun dia menyebutkan, (Rabu, 20/4) waktu Indonesia, kita akan melihat jumlah investasi yang sangat besar dan jumlah perdagangan yang baru, yang akan diumumkan yang besar.

"Ke depan, harapannya adalah untuk meningkatkan lagi, khususnya dalam beberapa bidang, misalnya di bidang maritim, di bidang industri kreatif, di bidang infrastruktur khususnya di bidang aerospace, karena di Inggris ada banyak perusahaan yang mampu untuk membuat pesawat, satelit, atau untuk mendesain bandara, atau juga menjaga keamanan di sektor aviation juga," papar Moazzam.

Dubes Inggris di Jakarta itu juga mengemukakan, Presiden Jokowi juga meminta kerjasama di bidang industri kreatif karena di Inggris ada industri kreatif yang sangat mampu, baik dalam fashion, musik, atau flim, dan lain-lain.

Hari ini kita tandatangani MoU untuk kerjasama di industri kreatif, tetapi selain itu ada banyak lagi, misalnya energi baru terbarukan. Jadi, ada banyak," paparnya seperti dilansir dari laman setkab.go.id. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya