Berita

fadly nurzal/net

Politik

Anggota DPR PPP: Semoga Dari Konflik Jadi Kompak

RABU, 20 APRIL 2016 | 08:20 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Perseteruan yang terjadi di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) selama hampir dua tahun terakhir telah mencederai silaturrahim di antara kader. Bahkan PPP nyaris tidak bisa berkonstribusi maksimal terhadap berbagai agenda publik karena konflik tersebut telah banyak menguras energi.

Konsolidasi internal PPP stagnan. Kendati mayoritas kader asli ada di pihak Muktamar Surabaya, namun tidak bisa dipungkiri keterbelahan struktur partai menjadi dualisme hingga ke bawah, tentu sangat tidak menarik untuk dipertontonkan buat masyarakat, yang pada gilirannya menjauhkan PPP sebagai alternatif pilihan politik masyarakat khususnya umat Islam.

Demikian disampaikan Anggota DPR RI dari Fraksi PPP, Fadly Nurzal kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (20/4).


Jelas Fadly, PPP lahir dari ijtihad politik para ulama dengan berbagai latar belakang dengan harapan mampu menjadi wadah berlindung umat Islam atau yang belakangan dikenal sebagai Rumah Besar Umat Islam.

"Muktamar VIII kemarin yang digelar dengan semangat islah tentulah menjadi harapan berbagai pihak baik di internal maupun eksternal partai. Saya dan teman-teman DPW PPP se-Indonesia menerima telepon secara terus menerus dari berbagai kalangan yang mengucapkan suka cita serta syukur kehadirat Allah SWT karena kita mampu menyudahi ini semua, dan berharap konflik ini benar-benar berhenti sehingga semua kader bisa berjalan seiring," paparnya.

Fadly menambahkan, penyelesaian konflik PPP tidak lepas dari izin Allah SWT dengan tampilnya para senior PPP yang dengan cerdas dan arif mendorong serta mengawal proses islah, padahal mereka tidak punya kepentingan politik kecuali ingin PPP tetap utuh.

"Buat kami para kader-kader muda PPP merasa malu kepada mereka karena di usia mereka sekarang, mereka masih peduli PPP ini tetap utuh," ungkapnya.

"Untuk itulah saya berharap semua kader bisa belajar dari peristiwa ini dengan menjaga hasil Muktamar kemarin agar tetap berjalan sebagaimana mestinya dan tidak terperosok lagi sehingga kita semua dapat memasuki masa depan PPP yang lebih optimis," demikian Fadly. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya