Berita

foto :net

Publika

Dolar Kembali Melemah Jelang Pidato Yellen

RABU, 30 MARET 2016 | 14:42 WIB

NUANSA ketidakpastian terasa di pasar finansial menjelang pidato Gubernur Fed, Yellen, yang sangat dinantikan pekan ini. Pidato ini mungkin akan memberi pencerahan tentang besar dan jadwal peningkatan suku bunga Amerika Serikat tahun ini. Pidato ini disampaikan di saat pasar sedang dibuat kebingungan oleh nada hawkish dari para pejabat Fed yang bertentangan dengan pernyataan dovish dari FOMC Maret ini.

Walaupun awalnya ekspektasi yang tinggi tentang kemungkinan peningkatan suku bunga AS di bulan April mendukung Dolar bulls, efek ini sepertinya mulai pudar dan Indeks Dollar menampilkan sinyal kejenuhan. Investor harus memperhatikan bahwa bahkan apabila laporan tenaga kerja non pertanian yang akan dirilis Jumat ini melampaui ekspektasi, situasi global yang tak stabil dan mengekspos ekonomi AS ke risiko negatif dapat mengacaukan upaya Fed untuk meningkatkan suku bunga AS di bulan April. Dollar masih berada dalam tekanan dan saat ini futures Fed menduga bahwa ada peluang 88.5 persen bahwa suku bunga AS tidak akan berubah di bulan April. Investor bearish akan memanfaatkan peluang ini untuk menyerang Dolar.

Indeks Dolar bearish pada rentang waktu harian. Harga terendah dan harga tertinggi konsisten lebih rendah sementara MACD melintas ke arah bawah. Harga berada di bawah 20 SMA harian dengan downward momentum saat ini mengarah ke kemungkinan penurunan menuju 94.00. Koreksi ini dapat memicu investor bearish untuk bertindak dengan level support sebelumnya sekitar 96.50 sebagai level resistance dinamis yang dapat menyebabkan penurunan tajam menuju 94.00.


Pasar Saham Melemah

Pasar saham menampilkan sinyal kejenuhan pada perdagangan Senin ini setelah penurunan harga minyak memperburuk sentimen dan selera risiko investor. Pasar Amerika bergulat di teritori hijau sementara ekspektasi kemungkinan peningkatan suku bunga AS di bulan April dan meningkatnya kewaspadaan menjelang rilis data tenaga kerja non pertanian Jumat ini mendorong investor untuk beralih ke aset safe haven. Walaupun pasar Asia awalnya berkinerja baik di hari Senin, gelombang penghindaran risiko yang terus memperkuat mata uang safe haven JPY membuat Nikkei tertekan sehingga ekuitas Asia melemah. Dengan penurunan harga minyak dan gelombang penghindaran risiko, Eropa mungkin juga akan dibuka lebih lemah terutama setelah tertular efek domino bearish dari Asia.

Sterling Berada dalam Tekanan

Sterling sedikit menguat terhadap Dollar pada perdagangan hari Senin namun ini bukan karena sentimen terhadap Sterling telah membaik. Sentimen terhadap GBP sangat bearish dan kekhawatiran tentang dampak Brexit terhadap ekonomi Inggris terus mengganggu ketertarikan investor akan mata uang ini. Data domestik keseluruhan tetap kurang menggembirakan dan tidak ada tanda pertumbuhan inflasi yang signifikan, sehingga Bank of England tidak memiliki alasan untuk mengubah suku bunga Inggris Dengan semakin dekatnya referendum tentang keanggotaan Inggris di Uni Eropa, volatilitas akan semakin meningkat dan cenderung bearish. Penjual akan mendapatkan peluang untuk semakin menurunkan nilai tukar GBP.

GBPUSD sejauh ini bearish dan dapat semakin buruk karena kekhawatiran tentang Brexit mengurangi ketertarikan investor terhadap GBP. Harga berada di atas level support 1.41 namun mungkin saja melemah di pekan ini seiring dengan meningkatnya tekanan negatif. Dari sudut pandang teknikal, harga berada di bawah 20 SMA harian sedangkan MACD melintas ke bawah. Penurunan di bawah 1.41 dapat membuka jalan ke penurunan lebih lanjut menuju 1.40 dan bahkan lebih rendah lagi.

Sorotan komoditas - Emas

Investor yang optimis terhadap Emas mendapatkan dukungan dalam bentuk level support $1210 pada perdagangan hari Senin. Penghindaran risiko dan melemahnya USD meningkatkan daya tarik logam mulia ini. Muncul keraguan akan kemungkinan peningkatan suku bunga AS di bulan April dan ini dapat mendorong bulls untuk mengantarkan harga Emas menuju $1250. Gubernur Fed Janet Yellen akan menyampaikan pidato hari ini. Apabila pasar mendeteksi nada dovish, maka Emas mungkin mendapatkan pondasi yang diperlukan untuk melampaui level support $1210 sebelum rilis data tenaga kerja non pertanian Jumat ini. Dari sudut pandang teknikal, apabila harga mencapai level di atas $1223, maka harga dapat menuju $1250 atau bahkan lebih tinggi. Bulls masih berkuasa selama harga berada di atas level support penting $1200.[***]


Lukman Otunuga
Research Analyst Forextime 



Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya