Berita

Diikuti 600 Pesilat, Dompet Dhuafa Gelar Festival Silat Jampang

SENIN, 28 MARET 2016 | 00:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sebanyak 600 pesilat dari 20 Perguruan Silat baik Silat Prestasi dan Silat Tradisi, terdiri dari anak-anak hingga dewasa hadir mengikuti Festival Kampung Silat Jampang 2016 di kawasan terpadu pemberdayaan Dompet Dhuafa, Zona Madina di Desa Jampang, Parung, Bogor, Minggu, (27/3).

Direktur Zona Madina, Dompet Dhuafa,  Herman Budianto, menjelaskan Kampung Silat Jampang (KSJ) merupakan sebuah wadah yang didirikan oleh jaringan Dompet Dhuafa sebagai ajang silaturahim perguruan -perguruan silat di Desa Jampang, Parung, Ciseeng, Iwul, Pondok Udik, Tegal, Babakan, Kabupaten Bogor.

Hadirnya KSJ sendiri bertujuan untuk melestarikan budaya dan menjadikan silat sebagai sebuah pemberdayaan masyarakat dengan menerapkan nilai-nilai luhur silat dalam meraih prestasi di dunia pendidikan untuk para mustahik.


Festival Kampung Silat Jampang dimulai dengan kegiatan karnaval ratusan pesilat, yakni melakukan pemanasan sebelum penampilan silat berkeliling di sekitaran kawasan Jampang. Dimeriahkan pula dengan atraksi dan penampilan jurus dari 20 perguruan silat, Parade kendang pencak, dan pengukuhan 20 perguruan silat, serta penghargaan atau apresiasi bagi perguruan silat yang dilakukan secara simbolis.

Saat ini Kampung Silat Jampang terdiri dari 20 Perguruan Silat baik Silat Prestasi maupun Silat Tradisi, dengan pengembangan pelatihan di 12 sekolah, 3 pondok pesantren dan 5 pelatihan umum di masyarakat dengan jumlah siswa silat saat ini mencapai 163 siswa.

"Festival Kampung Silat Jampang sendiri sudah 2 kali digelar. Selain mempromosikan kesenian silat di wilayah Jampang dan sekitarnya, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahim bagi para pesilat yang diwadahi Kampung Silat Jampang," ujarnya.

Hadir dalam kesempatan itu beberapa tokoh hadir dalam Festival Kampung Silat Jampang di antaranya, Presiden Direktur Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, Camat Parung, Deswara Sulanjana, Ketua IPSI Se Kabupaten Bogor, Muhammad Khairul, Perwakilan Camat Kemang, Herman dan tokoh masyarakat Desa Jampang.

Ahmad Juwaini dalam sambutan kegiatan yang digelar setahun dua kali ini ini menyampaikan Festival Kampung Silat Jampang tak hanya menjadi ajang silaturahim antarpara pesilat, namun juga ikhtiar menggairahkan kembali kesenian silat dan melestarikannya.

"Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar Dompet Dhuafa dalam mempromosikan silat sebagai bentuk beladiri dan seni budaya asli Indonesia. Ini yang coba kami upayakan, agar seni beladiri ini semakin mendunia, mengingat kesenian silat jarang terekspose di masyarakat," ujar Ahmad.

Senada dengan Presiden Direktur Dompet Dhuafa, Camat Parung, Deswara Sulanjana, mengucapkan rasa terima kasih kepada Dompet Dhuafa atas kontribusinya melalui Kampung Silat Jampang dalam mempertahankan dan melestarikan kesenian silat, dan mengupayakan silat untuk masuk dalam kegiatan ekstrakulikuler di setiap sekolah di kawasan Jampang dan sekitarnya.

"Harapan saya dan masyarakat Jampang adalah semoga silat semakin mendunia. Saya dan keluarga besar juga pencinta kesenian silat. Untuk itu, warisan budaya Indonesia ini tidak boleh hilang begitu saja. Apa yang diikhtiarkan Dompet Dhuafa untuk kesenian silat harus kita dukung sepenuhnya,” ungkapnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya