Berita

Dilaunching Besok, Tour de Bintan Diikuti Ribuan Pembalap Dari 40 Negara

SENIN, 21 MARET 2016 | 22:27 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ribuan pembalap sepeda akan turut andil dalam Tour de Bintan di Pulau Bintan pada 1-3 April 2016 mendatang. Sejauh ini, sudah 1.150 pembalap dari 40 negara yang mendaftar.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bintan, Luki Zaiman Prawira, menjelaskan Singapore mendominasi jumlah peserta. Peserta asal Negeri Singa Putih itu menyumbang 30 persen dari kuota keseluruhan. Setelah itu, ada Inggris dengan prosentasi 19 persen. Kemudian disusul Australia yang menyumbang sekitar 12 persen. Sementara tuan rumah Indonesia menyumbang 6 persen.

"Peserta dari Amerika, Kanada, Selandia Baru, Jerman, Perancis, dan Jepang juga ikut berpartisipasi. Ini membuktikan destinasi pariwisata Bintan sudah dikenal di kancah dunia," jelas Luki, Senin (21/3).


Prolog alias pembukaan lomba itu akan dimulai sepanjang 12 kilometer (Km) memutari kawasan wisata Lagoi Bay, di hari perdana pembukaan Tour de Bintan, 1 April mendatang. Setelah menjelajah Legoi Bay, keesokan harinya seluruh rider langsung menjelajah etape I, dengan melintasi jalur sepanjang 153 km.

Di sini, lagi-lagi para peserta akan dimanjakan dengan suguhan panorama yang keren. Setelah start dari Simpang Lagoi, peserta akan diajak menjelajah kawasan pariwisata Trikora, Berakit, Kawal dan ibu kota Kabupaten Bintan di Bintan Buyu sebelum finish di Simpang Lagoi.

Dan di Etape II, setelah start dari Nirwana Garden’s, peserta akan kembali diajak menikmati keindahan Gunung Bintan, Busung, Tanjunguban dan Sekera, sebelum finis di Nirwana Gardens. Dijamin keren. Ada panorama pantai, bukit, perkotaan dan hutan,” terang Luki.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya dijadwalkan bakal melaunching Tour de Bintan, di Balairung, Gedung Sapta Pesona, Kemenpar, Jalan Merdeka Barat, Jakarta, besok malam (Selasa, 22/3). "Kemenpar akan terus mensupport events yang berdekatan dengan Singapore maupun Malaysia," ungkapnya.

Karena menurutnya, proximity atau kedekatan itu sangat penting dalam pariwisata, mirip dengan bisnis telekomonikasi. Semakin dekat, semakin besar peluang untuk mendapatkan jumlah wisman yang lebih banyak. Bintan, itu hanya 45 menit dari Singapore, dan 1 jam dari Malaysia. Karena itu, kawasan yang berdekatan itu sangat strategis untuk menjaring wisman dari negara tetangga.

"Tahun 2015, Wisman dari Singapore terbesar ke Indonesia, hampir 2 juta orang. Peringkat kedua, Malaysia dengan 1,7 juta orang. Baru China 1,3 juta, dan Australia 1,17 juta," demikian Arief Yahya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya