Berita

ilustrasi

Banyuwangi Akan Gelar Underwater Festival Dan Fish Market Festival

RABU, 16 MARET 2016 | 21:35 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi akan menggelar dua festival yang mengangkat kekayaan potensi bahari. Kedua agenda tersebut Underwater Festival dan Fish Market Festival, yang masing-masing akan dihelat pada Mei 2016 dan Oktober 2016.

"Banyuwangi mempunyai potensi bahari yang luar biasa, jadi kami masukkan dua event tersebut pada tahun ini," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (Rabu, 16/3).

Pelaksanaan Underwater Festival, dia menjelaskan, mengingat ada potensi alam bawah laut di Banyuwangi di beberapa titik yang menjadi destinasi baru untuk snorkeling ataupun diving.


Sementara pada Fish Market Festival masyarakat termasuk wisatawan akan diajak mengenal jenis ikan yang ada termasuk berbagai olahan produk perikanan Banyuwangi yang diekspor.

Meski beberapa bulan lagi akan digelar, tapi promosi dan informasi soal kegiatan itu terus digeber sejak sekarang. Azwar Anas memang sadar akan PR-ing, sadar media, sadar promosi pariwisata. "Kami belajar dari Pak Menpar Arief Yahya, dalam hal strategi marketing, yakni dengan branding, advertising dan seliing," ungkap dia.

Berkolaborasi dengan media, lanjut dia, juga bagian yang penting. Ada paid media, own media, social media dan endorser media. "Sosmed kami sangat kuat, silakan cek saja di #Banyuwangi, atau posting saja soal pariwisata dengan hastag Banyuwangi, pasti banyak respons-nya," kata dia.

Sementara itu, Menpar Arief Yahya menilai Banyuwangi adalah contoh sukses daerah yang concern di pariwisata. Dia membuktikan bahwa pariwisata sudah berhasil mengangkat ekonomi masyarakat di sana.

"Kota sekecil Banyuwangi itu, yang posisi geografisnya di ujung timur Jawa saja, berhasil mendapatkan 30 ribu wisman dan 1,5 juta wisnus. Jika ada bupati atau walikota yang ingin menjadikan wilayahnya sebagai destinasi wisata, membangun dengan kacamata pariwisata, silakan belajar dari Banyuwangi," ungkap Arief Yahya.[zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya