Berita

ilustrasi/net

Publika

Menyerap Semua Produksi Gabah Dan Beras?

MINGGU, 13 MARET 2016 | 05:36 WIB

DALAM sebuah wawancara radio, Menteri Pertanian menyampaikan rencana untuk membeli semua produksi gabah dan beras petani.

Pernyataan Kementan dipicu oleh harga jual gabah kering panen (GKP) yang jatuh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP). HPP GKP  sebesar Rp 3700/kg, namun GKP produksi petani hanya terbeli Rp 3200/kg.

Harga jatuh merupakan konsekuensi dari berita keberhasilan musim panen raya yang diperkirakan menghasilkan surplus beras.


Dengan perkiraan produksi sebanyak 30 juta ton GKP dengan harga Rp 3700/kg dan 20 juta ton beras seharga Rp 7300/kg, maka Bulog memerlukan modal kerja sebesar Rp 111 triliun untuk membeli GKP dan sebesar Rp 146 triliun untuk membeli beras. Total dana yang musti disediakan Bulog sebesar Rp 257 triliun belum termasuk biaya pengeringan dan biaya penggilingan.

Bulog juga sulit mengharapkan Penyertaan Modal Negara (PMN) dari sumber APBN untuk sebesar lebih dari Rp 5 triliun. Konsorsium perbankan pun tidak mudah membantu Bulog menyediakan modal kerja sebesar Rp 257 triliun.

Pada musim penghujan, petani memerlukan alat perontok dan mesin pengering handal yang ekonomis. Mesin pengering yang menggunakan BBM jenis solar kadang tidak ekonomis digunakan untuk mengeringkan GKP, ketika sinar matahari pada musim penghujan kerap tertutup awan dan sering hujan.

Berharap dari pembakaran di luar gabah juga tidak mudah dilakukan ketika musim hujan. Sementara itu penggunaan gas elpiji dan kayu bakar masih memerlukan modifikasi mesin pengering padi. Kapasitas mesin pengering padi yang terbatas sebesar 8 ton pun akan menimbulkan penumpukan antrian GKP yang hendak dikeringkan menjadi GKG. Apabila masalah kadar air tidak berhasil mencapai 14 persen, maka umur simpan gabah dan beras tidak dapat mencapai 4 bulan.

Kapasitas gudang Bulog yang sebesar 2,8 juta ton juga sama sekali tidak mencukupi untuk menyimpan semua produksi petani di atas. Apabila Bulog hendak menyimpan gudang-gudang swasta, maka perkiraan gudang swasta sekitar 16 ribu gudang dengan kapasitas di bawah 1000 ton di Indonesia bagian Barat dan Tengah, maka maksimum gabah dan beras hanya akan mampu menyimpan maksimal 16 juta ton.

Apabila semua produksi gabah dan beras petani dibeli Bulog, maka yang terjadi adalah bentuk ekonomi Negara. Pedagang hanya menikmati margin sebesar 10,42 persen, sehingga pemerintah tidak perlu membeli semua produksi petani, terlebih kecurigaan pada mafia beras secara berlebihan. Terlebih harga beras impor jauh lebih murah, yang pengaturan kuota impor beras mendorong penyelundupan beras impor. Yang perlu dibeli Bulog adalah sebesar surplus produksi beras saja, agar harga tidak jatuh [***]

Sugiyono Madelan, Peneliti INDEF dan Dosen Universitas Mercu Buana

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Harga iPhone di Indonesia Naik Juli 2026, Cek Daftar Harga Terbaru Semua Seri

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:21

Investasi Masyarakat, BRI Hadirkan ORI030 dengan Kupon Hingga 7%

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:13

IPW Desak Polri Periksa Febrie Adriansyah usai Akui Rumah Sentul Miliknya

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:09

Apa Saja Hak Pegawai Usai Kena PHK? Ini Daftar Hak yang Wajib Dipenuhi Perusahaan

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:08

Berpotensi Abuse of Power, Jampidsus Febrie harus Dinonaktifkan

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:56

Jampidsus Febrie Adriansyah Ajari Kortastipidkor Polri Cara Tangani Kasus Batu Bara

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:51

Modal Dukungan 34 DPD, Wihaji Maju Jadi Ketum Ormas MKGR

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:30

Pakar Hukum: Temuan 74 Kg Emas Cukup jadi Alasan Kuat Jampidsus Mundur

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:17

KPK Periksa LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah, Ditemukan Dugaan Penggunaan Nominee

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:15

Tegang! Gedung Promoter Dijaga Puluhan Brimob Bersenjata Lengkap Jelang Konferensi Pers

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:05

Selengkapnya