Berita

ilustrasi

Antisipasi Tsunami, Warga Padang Berduyun-Duyun Menuju Kawasan Tinggi

RABU, 02 MARET 2016 | 21:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Warga Kota Padang berduyun-duyun menuju lokasi yang lebih tinggi mengantisipasi tsunami pascagempa berkekuatan 7,8 Skala Richter pada Rabu malam pukul 19.49 WIB

Pantauan hingga pukul 21.18 WIB tadi, mereka mengungsi menggunakan kendaraan roda dua dan empat menuju kampus Unand Limau Manis Padang.

Seperti dilansir Antara, meski arus lalu lintas padat, namun masih cukup lancar untuk dilalui. Kendaraan bisa bergerak dengan kecepatan 20 hingga 30 kilometer per jam.


Sementara itu, masyarakat Pasar baru Kelurahan Cupak Tangah, sekitar 0.5 kilometer sebelum gerbang Unand, tidak terlihat panik.

Bahkan, toko dan kafe sepanjang jalan antara Pasar Baru dan Unand masih buka dan berjualan seperti biasa.

Budiman (63 tahun ) salah seorang warga mengatakan getaran gempa tidak terlalu terasa di tempat itu sehingga masyarakat tidak terlalu panik.

Apalagi, daerah itu cukup jauh dari zona merah tsunami.

Sementara Kepala Seksi Informasi BMKG Ketaping Budi Samiadji menyampaikan peringatan dini tsunami telah dicabut namun masyarakat diminta waspada dan tetap hati-hati. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya