Berita

Golkar Sumbar Akan Pilih Calon Ketum Yang Didukung Pemerintah

SABTU, 27 FEBRUARI 2016 | 15:53 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sejumlah nama-nama calon Ketua Umum DPP Partai Golkar sudah bermunculan. Tapi sebagian besar kader Golkar terutama di daerah, belum menentukan siapa yang akana dipilih dalam Munaslub yang akan digelar dalam waktu dekat ini.

Partai Golkar Sumatera Barat (Sumbar) misalnya. Mereka masih melihat arahan dari Ketum Golkar Aburizal Bakrie (Ical) terlebih dahulu. Selain itu, seluruh pimpinan DPD I dan DPD II selaku pemilik suara masih akan melihat bobot caketum yang maju.

"Kami ingin mereka yang punya prestasi dan bisa membesarkan Golkar," ujar Ketua DPD I Golkar Sumatera Barat (Sumbar) Hendra Irwan Rahim saat dihubungi (Sabtu, 27/2).


"Tapi yang menjadi patokan kami, caketum tidak mempunyai permasalahan khusus dan juga didukung pemerintah," katanya lagi.

Sebab, lanjut dia, sudah hampir setahun ini Golkar hancur lebur karena bersebarangan dengan pemerintah. "Buat apa kalau Ketum tidak didukung pemerintah akhirnya kami kembali susah lagi," harap dia.

Apalagi, tantangan Partai Golkar ke depan sangat berat, dan Ketum harus bisa memenangkan pertarungan dalam Pemilu 2019 yang akan datang. "Mulai sekarang caketum Golkar harus berpikir memburu kekuasaan karena tahun ini kalah telak," pesan Hendra. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya