Ribuan umat Hindu di Bali hari ini menggelar sembahyang di Pura Besakih untuk memohon agar proses Revitalisasi Teluk Benoa (RTB) berjalan sukses, damai dan mendapat restu dari Ide Sang Hyang Widhi Wasa.
Menurut salah seorang peserta, Cakre, sembahyang ini sudah sering dilakukan di sejumlah pura di Bali.
"Sebelumnya kami sudah melakukan persembahyangan di beberapa pura di Bali dengan tujuan memohon agar apa yang kami rencanakan mendapat restu dari Ida Sang Hyang Widi Wasa," jelasnya.
Peserta sembahyang terdiri dari pemuka agama dan tokoh masyarakat yang datang dari berbagai penjuru di Bali.
"Revitalisasi Teluk Benoa ini merupakan langkah besar dalam mewujudkan Bali ajeg. Sehingga kami datang dari segala penjuru Bali untuk melakukan ritual khusus agar proses revitalisasi ini berjalan dengan baik," ujar Cakre.
Menurut Cakre, sembahyang di Pura Besakih ini juga bagian dari pelaksanaan Tri Hita Karana. Dalam kehidupan, kita harus senantiasa perhatikan Tri Hita Karana, yaitu hubungan baik manusia dengan alam, hubungan baik manusia dengan manusia dan hubungan baik manusia dengan Tuhan. Revitalisasi Teluk Benoa juga akan dilakukan dengan mengutamakan Tri Hita Karana.
Pura Besakih merupakan pura terbesar di Bali dan menjadi pusat kegiatan dari seluruh pura yang ada di Bali. Terdiri dari 1 pura pusat (Pura Penataran Agung Besakih) dan 18 pura pendamping (1 Pura Basukian dan 17 Pura Lainnya). Di Pura Basukian, merupakan tempat pertama kali diterimanya wahyu Tuhan oleh Hyang Rsi Markendya, cikal bakal Agama Hindu Dharma sekarang di Bali, sebagai pusatnya. [
zul]