Berita

Proses Izin KEK Tanjung Kelayang Belitung Hampir Rampung

SENIN, 22 FEBRUARI 2016 | 17:38 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Proses perizinan Tanjung Kelayang Belitung menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata sedang dikebut. Dari 15 aplikasi persyaratan KEK, 14 diantaranya sudah beres. Yang belum adalah terkait Amdal atau Analisa Dampak Lingkungan.

"Jika Minggu depan tuntas, maka itu akan menjadi bingkisan istimewa buat Pak Presiden yang sudah menjadi endorser Wonderful Indonesia," ucap Menteri Pariwisata, Arief Yahya, dalam siaran persnya (Senin, 22/2).

15 aplikasi persyaratan KEK itu adalah surat kuasa otoritas, akta pendirian Badan Usaha, profil keuangan 3 tahun terakhir yang sudah diaudit, persetujuan pemerintah kabupaten, surat pernyataan kepemilikan nilai ekuitas yang paling sedikit 30% dari nilai investasi, deskripsi rencana pengembangan KEK, peta detail lokasi pengembangan serta luasan KEK yang diusulkan, rencana peruntukan lokasi KEK yang dilengkapi dengan peraturan zonasi, studi kelayakan ekonomi dan finansial, Amdal.


Selanjunya usulan jangka waktu beroperasinya KEK dan rencana strategis pengembangan KEK, izin lokasi, dukungan dari otoritas pengelola infrastruktur pendukung, dan pernyataan kesanggupan pembangunan dan pengelolaan KEK.

"Dokumen lengkap KEK Tanjung Kelayang sudah lengkap, sudah komplit dan sudah diserahkan ke Sekretariat Dewan Nasional KEK, 19 Februari 2016. Kemenhub juga sudah merencanakan perpanjangan landas pacu Bandara H. A. S. Hanandjoeddin dari 2.250 meter menjadi 2.800 meter," ungkapnya.

"Jika itu sudah selesai, maka status bandara bisa dinaikkan menjadi internasional, sehingga direct flight dari Singapore, Malaysia, Hongkong dan lainnya bisa connect," sambung Arief Yahya.

Lalu apa critical success factor-nya? Kepastian pembentukan KEK Pariwisata, tinggal menunggu proses dan ujungnya ada di Perpres. Jika itu selesai awal Maret 2016, maka problematika lain terkait dengan infrastuktur bisa terselesaikan secara simultan. Dari soal marina, dermaga, airport, jalan, semuanya secara bersama bisa berjalan.

Menteri Arief mengakui bahwa Belitung lebih cepat dibandingkan dengan 10 destinasi wisata baru lainnya, seperti Toba dan Borobudur yang multi management. Menurutnya, Belitung relative lebih progresif, karena hanya satu kabupaten dan satu provinsi, yang sama-sama menghendaki cepat, dan punya komitmen untuk menjadikan pariwisata sebagai leading sector.

"Karena itu KEK Pariwisata bisa melompat lebih cepat, dan itu berdampak signifikan pada percepatan pembangunan kawasan di sana," tandas Mantan Dirut PT Telkom Indonesia ini.

Sebelumnya, Menpar sudah membentuk shadow management, tim bayangan yang mengurus detail 10 top destinasi tersebut. Mereka sudah melakukan langkah-langkah konkret, dan sudah mulai bekerja. Tim ini diketuai Hiramsyah Sambudy Taib. Hiramsyah sendiri sudah menunjuk nama-nama orang yang concern di masing-masing destinasi.

Nah, untuk Tanjung Kelayang dipercayakan kepada Fandi Wijaya, anak muda asli Tanjung Pandan yang lahir 27 Januari 1975. Bapak tiga anak ini lulusan Teknik Geodesi Institute Teknologi Bandung (ITB) tahun 2000. Dia aktif bergerak di bidang Eco Tourism, Developer, energy, BUMD PT Belitung Mandiri, dan perusahaan logistic. Dialah yang terus melaporkan progress pengurusan izin KEK Pariwisata di Tanjung Kelayang.  [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya