Berita

Jalur Ganda KA Pantura Tak Efektif Alihkan Angkutan Truk

SABTU, 20 FEBRUARI 2016 | 17:36 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pembangunan jalur ganda kereta api (double track) di sepanjang Pantai Utara Jawa dinilai kurang efektif untuk mengalihkan angkutan logistik dari truk ke kereta api.

"Buktinya, kereta logistik di jalur itu hanya mengangkut sekitar 10% dari target 1 juta TUEs (Twenty Foot Equivalent Units)," tegas anggota Komisi VI DPR RI Bambang Haryo Soekartono, dalam keterangan persnya, Sabtu (20/2).

Menurutnya, kegagalan angkutan kereta logistik itu disebabkan infrastruktur di sepanjang jalur double track kurang memadai dan biayanya relatif mahal.


"Jalur itu sangat crowded, stasiun umumnya berada di tengah kota, jalan ke luar masuk stasiun sempit, infrastruktur stasiun minim seperti tidak adanya depo kontainer. Di tiga provinsi yang dilalui jalur itu juga terdapat 1.400 lintas sebidang, 60% di antaranya belum dijaga petugas," ujar Bambang

Akibatnya, 200 rangkaian kereta yang melalui jalur ganda itu setiap hari membuat lalu lintas jalan semakin padat dan berisiko tinggi terjadinya kecelakaan.

"Apalagi saat ini sekitar 2 juta truk simpang siur di jalan raya, ditambah ribuan kendaraan di daerah setempat," tandasnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya