Berita

ilustras/net

Publika

Pesantren Bukanlah Sarang Teroris

SABTU, 16 JANUARI 2016 | 07:53 WIB

INDONESIA kembali berhadapan dengan aksi teror. Setelah Bom Bali l dan ll, Bom JW Merriot, dan Ritz-Carlton di kawasan Mega Kuningan, baru baru ini Indonesia kembali berduka dengan keganasan bernama bom teroris.

Berbagai macam persepsi pun bermunculan salah satunya ialah mengenai stigma bahwa pesantren adalah sarang teroris, sebab pelaku teror di jalan Tamrin Jakarta tersebut merupakan salah satu "alumni" yang pernah mendalami ilmu di pesantren.

Tentu saja stigma ini hanyalah berita suram yang tanpa didasari dengan suatu kenyataan. Kalaupun pelaku teror itu pernah nyantri, sudah pasti bukan pesantren yang menjadikannya demikian. Sebab, setiap orang yang pernah nyantri pasti mengetahui bahwa pesantren tidak mengajarkan kurikulum yang berlwanan dengan negara.


Pendidikan pesantren tak jauh berbeda dengan sekolah-sekolah umumnya yakni bertujuan untuk mencerdaskan bangsa. Bahkan pesantren memiliki kelebihan serta ciri khas tersendiri baik dari aspek keilmuan maupun segi perilaku individu dan sosialnya.

Pertama, setiap santri selalu diarahkan untuk tidak mahir dalam wilayah pikiran semata, melainkan agar mendapat ilmu yang berkah. Keberkahan inilah yang menjadi ciri utama etos keilmuan pesantren. Artinya, setiap santri diwajibkan untuk bersikap rendah hati dan taat kepada Kiai, Ustadz atau Gurunya. Dengan kata lain, suatu kemustahilan apabila pelaku teror dengan segala kejahatan dan penindasannya didapati di pondok pesantren.

Kedua, pondok pesantren merupakan lingkungan berasrama yang 24 jam diarahkan untuk selalu ber-amal shaleh. Mereka yang melanggar aturan ini segera akan dihukum agar pelanggarannya tersebut tak diulangi kembali. Sederhananya, Amal Shaleh sangatlah ditekankan. Amal shaleh merupakan perilaku sosial untuk berbuat baik kepada setiap manusia. Kurikulum ini tentunya merupakan kelebihan tersendiri dari sekolah umum yang hanya dapat memonitoring muridnya selama beberapa jam. Apabila setiap orang mengetahui hal ini, apakah masih mungkin dapat dikatakan bahwa pesantren merupakan sarang teroris ?

Tak hanya itu, Secara historis pesantren juga merupakan kunci penting lahirnya kemerdekaan bangsa Indonesia. Segenap perjuangan telah dikerahkan demi memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan. Salah satu perlawanan santri terhadap penjajah yang paling terkenal disebut dengan Resolusi Jihad 22 Oktober 1945. Peristiwa tersebut tertanam hingga subur dilubuk hati para santri bahkan hingga sekarang. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) selamanya Harga Mati !!

Dengan demikian aksi terorisme yang melanda Indonesia tak dapat dikait-kaitkan dengan dunia pesantren yang penuh warna. Tak satupun pesantren yang berkurikulum untuk menindas apalagi membuat bom. Pesantren hanyalah institut pendidikan sederhana dengan cita-cita luhur yang tentunya sesuai dengan agama dan bangsa.

Dedy Ibmar
Aktivis HMI Ciputat, Penggiat Kajian PIUSH, Alumnus Pon-pes Dar el Hikmah Pekanbaru


Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya