Berita

Popy Rufaidah

Gandeng Lima Unsur Ini Agar Indonesia Jadi Pemain Utama Wisata Halal

RABU, 11 NOVEMBER 2015 | 08:35 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kemenangan Indonesia di World Best Halal Travel Summit yang digelar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada 19-21 Oktober 2015 lalu harus segera ditindaklanjuti secara terarah, terstruktur dan komprehensif.

Langkah tersebut penting agar potensi Indonesia menjadi pemain utama dunia dalam pariwisata halal atau wisata syariah yang begitu besar bisa terealisasi.

"Perlu langkah taktis untuk membangun kesadaran pasar (market awareness) wisata halal," kata pengamat ekonomi dan marketing Popy Rufaidah PhD dalam keterangannya, Rabu (11/11).


Karena itu, dia menyarankan, Pemerintah khususnya Kementerian Pariwisata menggandeng peran lima pihak atau pentahelix seperti akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas dan media, dalam mengakselerasi pengembangan destinasi halal Indonesia.

Sebab, konsep halal tak sesederhana bagaimana memastikan makanan yang ada halal dan islami, melainkan juga mempromosikan kesopansantunan, kebersihan, keselamatan, tingginya mutu produk dan jasa wisata yang ditawarkan, menjadi kesadaran bersama seluruh pemangku kepentingan.

"Strategi menggandeng lima pihak itulah yang menjadi strategi hingga memungkin adanya akselerasi," kata Popy, juga direktur Program Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNPAD ini

Ia menunjuk Malaysia yang kini menjadi salah satu destinasi halal terkemuka di dunia. Untuk mencapai posisi saat ini dan menerima kunjungan setidaknya 6,1 juta turis pecinta wisata halal, Malaysia telah memulainya sejak 2009. Hal itu ditandai dengan didirikannya Pusat Pariwisata Islami (Islamic Tourism Centre/ITC).

"ITC  itu awalnya melakukan berbagai hal, seperti penelitian pariwisata strategis, market inteligence, dan penyediaan jasa pelatihan dan pengembangan kapasitas pengelola pariwisata halal,” tandas Popy. [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya