Berita

Menperin

Menperin: Sudah Saatnya Produsen Smartphone Bangun Pabrik Di Indonesia

KAMIS, 05 NOVEMBER 2015 | 16:44 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Semakin banyak produsen perangkat selular yang memproduksi produknya di Indonesia disambut baik. Selain menunjukkan Indonesia semakin menarik sebagai pilihan investasi, pabrikasi juga menambah lapangan kerja dan mendekatkan produsen pada pasarnya.

Demikian disampaikan Menteri Perindustrian Saleh Husin  saat menghadiri pengumuman pabrikasi telepon pintar merek Lenovo di Jakarta, Rabu malam (4/11). Pabrikasi ini buah kerjasama Lenovo dengan Tridharma Kencana yang memiliki fasilitas fabrikasi di Serang. Pada tahap awal, dua tipe ponsel pintar yang akan diproduksi yaitu Lenovo A2010 dan A6010.

Langkah Lenovo ini semakin memperpanjang daftar produsen ponsel yang melokalisasi produknya. Sebelumnya belasan produsen melakukan hal yang sama yaitu merek Samsung, Oppo, Haier, IVO untuk Bolt dan Venera, Modem Bolt dan ZTE untuk Bolt, Polytron, Evercross, Advan, Axioo, MITO, Gosco, SPC dan Asiafone. Sedangkan dari pemilik merek, terdapat Huawei Tech Investment  yang menggunakan fasilitas produksi PT Panggung Electric Citra Buana dan Smartfren Telecom.


"Selama ini kan produsen dan prinsipal sudah menikmati pasar domestik Indonesia, menarik duit dari konsumen. Kini sudah saatnya juga menanam modal dan membangun pabrik ponsel,” kata Menperin.

Turut hadir dalam acara itu, Menteri Perdagangan Thomas T. Lembong, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Senior Vice President Mobile Business Group Lenovo Chen Xudong Lenovo, Vice President Smartphone Business Lead Lenovo Asia Pacific Dilon Ye dan Country Lead Smartphone Business Division Lenovo Indonesia Adrie R. Suhadi.

Aktivitas produksi di Indonesia, lanjut Menperin, dapat dimanfaatkan produsen sebagai salah satu keunggulan dalam memasarkan produk ke konsumen Indonesia. Sebaliknya, Kemenperin akan mengedukasi konsumen tentang ponsel-ponsel mana saja yang diproduksi di Indonesia.

"Sehingga konsumen tahu mana saja ponsel yang telah berkontribusi pada ekonomi Indonesia. Kita perlu memainkan sentimen-sentimen kedekatan atau proximity seperti itu,” ujar Saleh.

Hal ini diyakini turut merangsang prinsipal ponsel untuk melakukan pabrikasi di Indonesia dan produsen yang masih memproduksi di luar negeri diharapkan segera melakukan aksi korporasi serupa.

Sejauh ini, Indonesia adalah negara dengan populasi pengguna telepon seluler yang sangat besar. Ini terlihat dari tingginya nilai impor telepon seluler yang mencapai 60 Juta unit pada 2014.

"Untuk tahun ini, sampai dengan bulan September 2015 tercatat 26 juta unit. Ini menunjukkan jumlah importasi telepon seluler sudah mulai digantikan dengan hasil produksi dalam negeri," papar Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan.

Kemenperin berharap, ekspansi ini diteruskan dengan pembangunan industri komponen dalam negeri sehingga diharapkan dapat menjadi bagian dari rantai produksi produk telepon seluler dunia.

Pangsa pasar Indonesia yang besar sudah memanjakan produsen ponsel. Saatnya kita menjadi bagian aktif industri ini dan tidak hanya menjadi penonton,” tegas Menperin Saleh Husin.

Pemerintah memiliki komitmen kuat untuk mengembangkan industri komunikasi dan telematika. Juli lalu, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian telah ditetapkan batas minimimal Tingkat Kandungan Lokal Dalam Negeri (TKDN) di ponsel 4G yang beredar di Indonesia.

Aturan ini akan berlaku efektif mulai 1 Januari 2017 dan semua smartphone 4G LTE FDD harus mempunyai kandungan lokal minimal 30 persen. Pemerintah juga mendorong tumbuhnya industri pengembang perangkat lunak dan aplikasi. [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya