Berita

nasaruddin umar/net

MENGENAL FIKIH KEBHINNEKAAN (64)

Kebutuhan Dharuriyat

SENIN, 02 NOVEMBER 2015 | 09:36 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

DALAM fikih Islam, kebu­tuhan manusia mendapat­kan perlindungan hukum. Di antara tersebut dikenal ada tiga tingkat kebutu­han, yaitu kebutuhan prim­er (dhaririyyah), kebutuhan oenting tetapi masih bersifat sekunder (hajjiyat), dan ke­butuhan assessoris (tahsini­yat). Pembedaan tingkat kebutuhan ini penting untuk menentukan kualitas dan intensitas per­soalan yang dialami umat manusia. Jika itu me­nyangkut kebutuhan dharuriyah menyebabkan seseorang melakukan pelanggaran hukum ia bisa dimaafkan atau diberinKebutuhan Daharu­riyat merupakan kebutuhan dasar setiap manu­sia yang tidak bisa ditawar. Jika dalam upaya seseorang mewujudkan dan mempertahankan kebutuhan ini terpaksa melakukan tindakan melanggar norma-norma tertentu maka itu dapt menjadi faktor pertimbangan untuk meringank­an atau kalau dipandang perlu memberikan pembenaran terhadap tindakan tersebut.

Di dalam Islam dikenal ada lima kebutu­han azasi (dharuriyat al-khamsah) yang harus diperjuangkan dan dipertahankan, yaitu 1) Me­melihara agama (al-muhafadhah 'ala ali-din), 2) Memelihara jiwa (al-muhafadhah 'ala al-nafs), 3) Memelihara akal pikiran (al-muhafadhah 'ala al-'aql), 4) Memelihara keturunan (al-muhafad­hah 'ala al-nasab), dan 5) Memelihara harta/ properti (al-muhafadhah 'ala al-mal).

Untuk memelihara agama maka disyariat­kanlah beberapa kewajiban dan larangan, sep­erti kewajiban untuk shalat, puasa, haji dan lain-lain. Sebaliknya dilarang menyekutukan Tuhan dan berbagai praktek kemusyrikan lain, demi memelihara kesejatian agama dan keper­cayaan kita kepada Tuhan.


Islam juga melarang keras tindakan pem­bunuhan dengan ancaman serupa demi untuk memelihara dan mempertahankan hidup. Kita juga dilarang untuk mengkonsumsi alkohol dan segala sesuatu yang memabukkan, termasuk narkoba, demi untu memelihara akal. Kita dila­rang berzina demi untuk memelihara keseha­tan dan keutuhan keluarga dan keturunan. Kita juga dilarang mencuri demi mempertahankan hata benda dan proferti.

Kelima jenis kebutuhan azasi tersebut mendapatkan pengakuan dalam Islam untuk dilindungi. Jika seseorang terpaksa mening­gal karena mempertahankan salahsatu kebu­tuhan azasi tersebut dikategirikan sebagai mati syahid. Orang yang terbunuh di medan jihad tidak diragukan lagi sebagai seorang syuhada. Demikian pula orang yang mempertahankan pendapat dan pikiran yang diyakini benar, me­lindungi kehormatan dan nama baik keluarga, mempertahankan harta dan profersti miliknya, disejajarkan dengan syuhada, mati di jalan Al­lah yang dijanjikan dengan pengampunan dosa dan syurga.

Tatanan hukum dalam Islam ditegakkan demi untuk memelihara dan melindungi kelima ke­butuhan azasi tersebut. Jika ada tindakan hu­kum yang dilakukan seseorang atau sekelom­pok orang dengan dalih mempertahnkan lima prinsip kebutuhan dasar kemanusiaan itu maka hukum Islam akan memberikan keringanan hu­kum bahkan mungkin pembebasan hukum ke­pada pelaku kejahatan tersebut. Misalnya ada yang membunuh demi memertahankan anak gadis dan harta dari perampok maka itu dapat dibenarkan. ***

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya