Berita

Pospera Jakarta: Ormas Berperan Vital Jaga Keutuhan Negara

KAMIS, 22 OKTOBER 2015 | 14:58 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

. Seluruh organisasi kemasyarakatan (Ormas) di Ibukota harus bersinergi demi percepatan pembangunan DKI Jakarta untuk kesejahteran masyarakat.

Demikian ajakan Ketua Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) DPD DKI Jakarta, Sondang Hutagalung. Terpenting, lanjut dia, mengawal program pro rakyat yang digagas pemerintahan Jokowi-JK.

"Ormas mesti ambil bagian dalam upaya pembangunan. Mengawal kebijakan pro rakyat dari pemerintah pusat sampai ke daerah," kata Sondang kepada wartawan, Kamis (22/10).


Menurut dia, keberadaan organisasi yang memiliki basis massa bisa menjadi sangat strategis dalam memperkuat pembangunan karakter bangsa, menumbuhkan semangat nasionalisme, dan cinta tanah air.

Dengan begitu, lanjut Sondang, kelahiran Ormas menjadi tidak sekadar upaya berserikat, namun lebih dari itu sebagai bentuk kontribusi masyarakat dalam mempercepat proses pembangunan di daerah dan pusat.

"Selain pemberdayaan masyarakat, Ormas juga menjaga keutuhan negara. Itu peran vital dari Ormas," sebutnya.

Sebelumnya, ribuan orang dari berbagai wilayah di Jakarta dan berbagai kalangan memadati Komplek Bumi Pospera, Jalan Basuki Rahmat, Cipinang Muara, Jakarta Timur, Senin sore (19/10) untuk mengikuti deklarasi Ormas Pospera DKI Jakarta.
 
Deklarasi juga dihadiri sejumlah anggota DPRD DKI, antara lain, Elisabeth CH Mailoa, Dwi Rio Sambodho, William Yani. Hadir juga perwakilan Kemensos, perwakilan Walikota Jakarta Timur, pakar ekonomi Timbul Hamonangan Simanjuntak, Ketum DPP Pospera Mustar Bonaventura dan perwakilan Pospera Banten, Jawa Barat, Medan, Lampung.

Deklarasi dimulai pukul 16.00 WIB. Ketum DPP Pospera, Mustar Bonaventura, menegaskan, mayoritas pengurus Pospera adalah rakyat biasa. Dia pun mengapresiasi Deklarasi Pospera yang sederhana dan tidak dilangsungkan di tempat mewah ataupun di hotel berbintang.

"Luar biasa, pengurus Pospera mayoritas rakyat kecil biasa, bukan lulusan Harvard. Mereka bukan bergelar profesor atau doktor. Ini bentuk kesederhanaan dari Presiden Jokowi yang juga pelindung ormas Pospera, " ujar Mustar.

Dia berharap, Pospera akan selalu mengawal pemerintahan Jokowi-JK dalam kondisi apapun. Pospera DKI harus siap menjadi mata, mulut, telinga dan hati Jokowi untuk rakyat Jakarta.
 
Pada kesempatan itu, secara terpisah, Ketua DPC Pospera Jaksel, H.D Taruk Allo,
mengklaim siap mengambil peran dalam berbagai program yang membangun Ibukota.

Dia menambahkan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan segera merumuskan bentuk kerja sama dengan pemerintah Pusat dan Daerah terkait kebijakan pro rakyat Presiden Jokowi. [ysa]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya