Berita

jokowi/net

Waketum Gerindra Ajak KMP dan KIH Gulirkan Interpelasi untuk Jokowi

SENIN, 28 SEPTEMBER 2015 | 09:31 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Bagi masyarakat di Pulau Sumatera dan Kalimantan, mereka lebih ingin mengutamakan keselamatan hidup dari musibah asap daripada mendengar soal penegakan hukum yang digembar-gemborkan pemerintah.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum DPP Gerindra, Arief Poyuono, dalam keterangan beberapaa saat lalu (Senin, 28/9).

"Keinginan saudara-saudara kita masyarakat yang akhirnya merasakan langsung efek negatif asap tersebut seperti mendapatkan oase saat pemerintah Singapura menghujat pemerintah Indonesia karena tidak memiliki empati menyelamatkan masyarakat mereka apalagi masyarakat Indonesia," katanya.


Menurut Arief, Itu adalah sesuatu hal yang manusiawi untuk dilakukan pemerintah negara
tetangga sebab mereka melihat pemerintah Indonesia memang tidak peduli. Pemerintah Indonesia dilihat tidak memiliki konsep apalagi tindakan teknis terhadap upaya pemadaman kebakaran dalam skala luas seperti sekarang.

"Menyadari hal yang sedemikian tragisnya, maka tidak berlebihan jikalau saya sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra akan mencoba menggelitik partai saya untuk menginisiatifi penggunaan hak interpelasi DPR RI terkait
kebakaran lahan dan hutan tersebut," ungkap Arief.

Arief bertekad mengajak anggota DPR yang memiliki pemikiran riil terkait asap ini khususnya dari daerah pemilihan di pulau Sumatera dan Kalimantan baik yang dari KMP maupun KIH.

"Ini sudah menjadi persoalan bangsa, malah sudah mendekati layak untuk disebut sebagai sesuatu tindakan pembiaran," ungkap Arief. [ysa]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

UPDATE

Polri Didesak Usut Donatur Penyebar Hoaks Kerusuhan Agustus

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:47

Zelensky Klaim 50 Ribu Tentara Korut Sedang Dalam Perjalanan ke Rusia

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:24

Ekonomi Indonesia Mustahil Saingi Vietnam jika Abaikan Sektor Luar Negeri

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:23

Rezim Hubungan Industrial Maritim Indonesia Belum Terintegrasi

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:14

KPK Kuliti Ahmad Dedi Usut Dugaan Pengaturan Jalur Merah-Hijau Impor Blueray

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:51

Iran Waspadai Pakta Pertahanan Mekkah Bentukan Turki, Saudi, dan Pakistan

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:29

Kejari Tanjung Perak Bantah Isu Pemerasan 6 Eks Pejabat Pelindo dan APBS

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:36

Penguatan Kopdes Merah Putih Kunci Kemandirian Ekonomi Papua

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:08

Turki Tegaskan Pakta Pertahanan Mekkah Dibentuk Bukan untuk Hadapi Iran

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:53

Usai Putusan MK, Siaga 98 Dorong Penataan BGN Lewat Perpres Baru

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:36

Selengkapnya