Berita

pancasila/net

Pancasila Perlu Jadi Ideologi Terbuka yang Menggerakkan

MINGGU, 27 SEPTEMBER 2015 | 01:47 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Secara epistemologis, perlu menjadikan Pancasila menjadi ideologi terbuka yang bisa digerakkan dan menggerakkan secara kritis dalam menghadapi berbagai macam realitas kehidupan.

"Seperti masalah pertanian, ekonomi, pertanian, politik, budaya, agar tetap mempertahankan arti sesungguhnya dari gotong royong itu," kata Ketua Pusat Kajian Ideologi Pancasila, Ashoka Siahaan, dalam diskusi Forum Grup Diskusi Pancasila di Pendopo Bupati Kabupaten Karanganyar, Surakarta (Sabtu, 26/9).

Hadir dalam diskusi ini beberapa elemen gerakan masyarakat mulai dari akademisi, pengamat politik, aktivis gerakan masyarakat tani, aktivis gerakan mahasiswa, pimpinan organisasi keagamaan, dan pejabat pemerintah.


Diskusi ini mengundang pembicara Gurubesar pasca sarjana UNS, Totok Mardikanto, Sidiq Hendro Purnomo (Praktisi pertanian) dan Paiman HS (Kelompok Tani Makaryo).

Senagaimana keterangan kepada redaksi, semua yang dibicarakan oleh para pembicara hampir sama dengan gagasan Pusat Kajian Ideologi Pancasila. Yaitu bahwa potensialitas dari luar yang negatif yang kita hadapi terutama menjelang AFTA 2015 terhadap manusia Indonesia dalam beberapa hal mengundang berbagai masalah terhadap empat hal yaitu noeliberal, postmodernisme, fundamentalisme, dan neo-feodalisme. [ysa]


Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

UPDATE

Polri Didesak Usut Donatur Penyebar Hoaks Kerusuhan Agustus

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:47

Zelensky Klaim 50 Ribu Tentara Korut Sedang Dalam Perjalanan ke Rusia

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:24

Ekonomi Indonesia Mustahil Saingi Vietnam jika Abaikan Sektor Luar Negeri

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:23

Rezim Hubungan Industrial Maritim Indonesia Belum Terintegrasi

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:14

KPK Kuliti Ahmad Dedi Usut Dugaan Pengaturan Jalur Merah-Hijau Impor Blueray

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:51

Iran Waspadai Pakta Pertahanan Mekkah Bentukan Turki, Saudi, dan Pakistan

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:29

Kejari Tanjung Perak Bantah Isu Pemerasan 6 Eks Pejabat Pelindo dan APBS

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:36

Penguatan Kopdes Merah Putih Kunci Kemandirian Ekonomi Papua

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:08

Turki Tegaskan Pakta Pertahanan Mekkah Dibentuk Bukan untuk Hadapi Iran

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:53

Usai Putusan MK, Siaga 98 Dorong Penataan BGN Lewat Perpres Baru

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:36

Selengkapnya